Sriboga Peduli Yatim dan Dhuafa

330

SIMPANGLIMA — PT Sriboga Flour Mill sebagai produsen tepung terigu yang visinya menjadi pemimpin pasar terigu dan food ingredients terbesar di Asia Tenggara. Atas keberhasilan tersebut, dalam rangka ulang tahun atau Milad ke-16, berbagi syukur dengan 1.000 anak yatim.
Perusahaan yang berproduksi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini bekerja sama dengan Rumah Zakat menggelar acara ’Doa Bersama 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa 2014’ yang mengambil tema ”Meraih prestasi menggapai mimpi” di Aula Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, Sabtu (17/5) kemarin.
”Ini sebagai bentuk rasa syukur PT Sriboga Flour Mill atas anugerah yang diberikan Allah SWT dalam menjalani bisnis. PT Sriboga Flour Mill berharap tak hanya memperoleh kesuksesan di dunia, tapi juga di akhirat. Sebagaimana bunyi hadis yang berbunyi, orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW adalah yang menyantuni anak yatim,” kata Senior Manager HR Operational & QA PT Sriboga Flour Mill, Lilik Nugroho.
Dalam kesempatan tersebut,
Selain menjamu anak yatim dhuafa tersebut, katanya, pihaknya juga memberikan santunan untuk 1.000 anak yatim dengan berbagai hadiah seperti perlengkapan sekolah dan doorprize lainnya. ”Anak-anak yatim yang diundang berasal dari 19 wilayah di Kota Semarang. Kami ingin anak-anak tersebut memperoleh kegembiraan dari acara ini,” tutur Lilik.
Dalam kegiatan ini ditampilkan hiburan dari SD Juara Rumah Zakat Semarang, musik dan lagu, pantomim, puisi, tari-tarian, drama musikal, motivasi training dari BN Resources, Doa dan Ceramah agama, serta doorprize.
”Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan dalam setiap tahun bersamaan dengan Milad/HUT perusahaan. Program CSR seperti ini juga dilakukan setiap Ramadan dengan kegiatan Berbagi Buka Puasa dan pembagian santunan,” tuturnya.
Pihaknya berencana menyelenggarakan buka puasa di 5 kota pulau Jawa yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya dengan total 5.000 anak yatim dan dhuafa. Selain itu juga ada buka puasa dengan masyarakat yatim dhuafa setiap hari/selama 26 hari pada Ramadan dengan lebih dari 10.000 orang. ”Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga dapat terus membantu anak-anak yatim yang ada di Kota Semarang,” ungkap Lilik. (*/sct/ida/ce1)