Taruhan Hingga Ratusan Juta

715

Musim Bola, Judi Bola pun Membara

Musim bola, judi bola pun makin membara. Situs-situs judi bola makin marak. Tentu saja terselubung. Meski beberapa waktu lalu pengelola situs judi bola sudah dibekuk polisi, toh masih banyak cara untuk meraup duit dari kantong-kantong penggila skor pertandingan bola. Seperti apa?

IBARAT makanan, bagi sebagian pecinta sepak bola, judi bola salah satu menu yang kerap menggoda. Judi bola pun makin canggih: serba online. Cara konvensional, sudah lama ditinggalkan, karena dianggap terlalu berisiko diketahui aparat. Taruhannya, mulai puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah.
Sumber koran ini—sebut saja Dedi (bukan nama sebenarnya)—mengaku sudah 6 tahun kecanduan judi bola. Sudah 6 tahun pula, ia menjadi member sebuah situs judi bola berskala internasional.
Situs yang konon dikelola admin dari Singapura tersebut, menyediakan ajang taruhan pertandingan bola 24 jam sehari. “Hampir setiap jam, ada taruhan berdasarkan berbagai liga pertandingan sedunia. Dari liga Jepang, Brazil, sampai liga Indonesia,” ujar Dedi yang menyebutkan alamat situs judi bola, tapi menolak dikorankan.
Dia sampai hafal jam pertandingan liga-liga tersebut. Mulai liga Brazil dan Argentina yang biasa main di pagi hari waktu Indonesia bagian barat. Liga Jepang di siang hari, liga Australia sore hari, hingga liga-liga ternama seperti Spanyol dan Inggris pada malam hingga dini hari.
Menurut Dedi, dalam aktivitas judi tersebut, antara bandar dan sesama pemasang tak saling kenal. Situs judi tersebut juga sangat eksklusif.
Dedi mengaku, jika ingin masuk menjadi member, harus memiliki referensi dari member lain. Meski lebih sering kalah, dia mengaku pernah menang hingga Rp 35 juta dalam sekali turnamen Piala Konfederasi.
Judi bola memakai sistem pur. Bandar akan mematok pur ketika tim unggulan bermain dengan tim non-unggulan. Semisal, pertandingan antara Juventus dan Parma. Kesebelasan Parma, biasanya di-pur karena di atas kertas Juve lebih unggul.
Dengan pur seperempat, jika skor pertandingan 0-0, maka yang memberikan pur akan kalah separuh jumlah uang taruhan. Namun, bila pur setengah, dengan hasil 0-0, yang memasang Parma akan menang full.
Sistem pur ini akan berlanjut hingga tiga perempat, satu, satu seperempat, dan seterusnya. Di situs tersebut, taruhan terkecil dibuka mulai Rp 10 ribu, hingga tak terbatas. Selain itu, bandar juga memperoleh kei (komisi) seperti yang dijanjikan di awal taruhan. Kei mulai 0,1 persen hingga tak terbatas.
Heri, pelaku judi bola lainnya juga gemar memelototi situs yang sama. Selain taruhan sebelum pertandingan, juga berlaku sistem bola jalan. “Bola jalan ini membuka taruhan meski pertandingan sudah berjalan, sampai 5 menit terakhir masih bisa pasang,” katanya. Dia mengaku member situs judi bola tersebut mencapai ratusan juta orang.
Dedi menambahkan, para pemasang biasanya paling berminat dengan pertandingan liga-liga besar seperti Liga Spanyol, Inggris, dan Italia. Saat klub-klub tersebut bertanding, pernah ada yang memasang taruhan hingga Rp 100 juta. Pertandingan Liga Indonesia tidak begitu dinikmati.
Dedi mengaku hanya sesekali iseng memasang taruhan untuk pertandingan Liga Indonesia. “Paling banter pasang taruhannya Rp 50 ribu, iseng-iseng saja, apalagi jika pertandingannya tidak disiarkan secara langsung.”
Dia mengaku pernah menang hingga Rp 35 juta saat bertaruh dalam rangkaian pertandingan Piala Konfederasi. “Saya deposit Rp 35 juta dan tidak saya utek-utek,” katanya.
Jika menang, pengelola situs akan mentransfer uang taruhan saat itu juga ke akun. Namun, ada proses lagi sebelum uang di akun tersebut masuk ke rekening pemasang.
Meski pernah menang banyak, Dedi mengaku lebih sering kalah saat bertaruh. “Saya pernah kalah sampai Rp 15 juta saat Piala Dunia 2010.”
Heri menambahkan, ada salah seorang temannya yang bisa memiliki 3 mobil dari judi bola. Hidup temannya tersebut hanya diisi memelototi situs judi bola. “Dia rajin membaca referensi historis klub-klub sepakbola sehingga prediksinya sering tepat,” kata dia. (tim/isk)