Bank Umum Perlonggar Pinjaman

293

SEMARANG – Hasil survei Bank Indonesia mengindikasikan bahwa bank umum di Jawa Tengah melonggarkan kebijakan pinjaman. Hal tersebut guna mendukung aktivitas bisnis pada triwulan II-2014, di tengah menguatnya permintaan kredit.
Direktur Eksekutif Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Sutikono mengatakan Bank Umum di Jawa Tengah pada triwulan II-2014 menargetkan penyaluran kredit tumbuh 18,70 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan target penyaluran kredit triwulan sebelumnya 16,96 persen.
”Ekspektasi terhadap peningkatan kondisi perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II-2014, tampaknya telah memberikan keyakinan kepada bank untuk meningkatkan ekspansi kredit,” ujarnya, kemarin (19/5).
Kebijakan pelonggaran pinjaman diberlakukan untuk semua jenis kredit, dengan target pangsa penyaluran kredit sebagian besar masih diarahkan pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing 72,4 persen dan 25,5 persen. Sementara untuk kredit investasi hanya ditargetkan 2,1 persen dari rencana penyaluran kredit.
Kredit untuk pembelian rumah atau properti diperkirakan masih akan mendominasi permintaan kredit konsumsi dengan pangsa mencapai 72,1 persen. Disusul kemudian kredit multiguna dan kredit tanpa agunan 23,3 persen. Selebihnya merupakan kredit untuk pembelian kendaraan bermotor dan pinjaman pada kartu kredit masing-masing 2,3 persen.
Menurutnya, hal ini memperlihatkan, di tengah ketatnya persaingan usaha dan kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih, dalam melakukan ekspansi kredit, bank lebih berminat menyalurkan kredit dengan durasi waktu yang pendek. ”Hal ini dikarenakan, selain memiliki prospek ekonomi yang cukup menguntungkan, kredit jangka pendek juga memiliki risiko relatif rendah,” ujarnya. (dna/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.