Pengacara Tewas, Baru Diketahui 3 Hari

298

PEKALONGAN-Muhammad Ikbal, 39, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya di lantai dua sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Gatot Subroto 189, RT 01 RW 07 Kelurahan Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (19/5) siang.
Saat ditemukan, jasad pria yang diketahui berprofesi sebagai pengacara itu sudah membusuk pada beberapa bagian dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Diduga korban sudah meninggal dunia sejak sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Polisi belum mengetahui apa penyebab kematian korban.
Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, meninggalnya korban pertama kali diketahui oleh salah seorang rekan sekaligus koleganya, pada Senin tengah hari kemarin. Abdurahman, 51, teman korban, menuturkan dirinya pada Senin pagi datang ke lokasi yang juga tempat tinggal korban.
“Saya tadi pagi (Senin pagi, red) kemari. Tetapi pintunya tertutup. Saya panggil tidak ada respon dari dalam. Akhirnya saya pulang dulu ke rumah,” ungkap Abdurahman.
Ia kemudian kembali lagi ke lokasi pada siang harinya, bersama sang istri dan anak. Karena curiga dan khawatir dengan kondisi Ikbal, ia kemudian memanggil kakak korban. Mereka kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam. Ternyata begitu masuk ke ruko tersebut, langsung tercium bau menyengat yang bersumber dari lantai dua.
Hingga kemudian diketahui kalau ternyata Ikbal sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya. Tubuh Ikbal sudah terlihat menghitam dan mengeluarkan bau menyengat. “Saya ikut naik ke atas, tetapi karena tidak kuat dengan baunya, saya turun lagi,” ungkapnya.
Ia menuturkan, dirinya terakhir kali menjalin kontak melalui telepon dengan korban pada Jumat (16/5) pekan lalu. Namun pada Sabtu hingga Senin, korban tidak bisa dihubungi. “Saat itu nomor HP-nya sudah tidak bisa dihubungi lagi. Ternyata dia sudah meninggal,” tutur pria yang mengaku baru mengenal korban sejak sekitar sebulan lalu.
Ibu korban, Sholikhah, 65, yang mengetahui peristiwa tersebut dan datang ke lokasi, langsung terlihat syok. Menurut penuturan pihak keluarga, korban masih bertemu dengan sang ibu dan anggota keluarga lainnya pada Sabtu (17/5).
Kejadian tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Anggota kepolisian dari Polsek Pekalongan Selatan, Satreskrim Polres Pekalongan Kota dan tim identifikasi serta olah TKP dari Polres Pekalongan Kota kemudian datang ke lokasi. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bendan oleh petugas pada pukul 14.30.
Selain mengevakuasi jasad korban, petugas juga terlihat membawa sejumlah barang dari TKP. Barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam sebuah tas hitam milik korban.
Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Darodi yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian korban. “Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Jasad korban kami bawa dulu ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim dokter,” katanya.
Dari pemeriksaan sementara terhadap kondisi tubuh korban dan keterangan para saksi, korban diduga sudah meninggal dunia sejak sekitar tiga hari sebelumnya. “Kepastiannya, menunggu hasil penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya. (way/jpnn/ida)