Terdakwa Dikenai Pasal Berlapis

338

KRAPYAK – Perkara pembunuhan terhadap Thomas Gui, 53, warga Jalan Kalimas IV, Panggung Lor, Semarang Utara, di depan Indomaret Jalan Hasanudin Semarang pada Juli 2013 mulai memasuki tahap persidangan. Terdakwa Agus Candra Kurnia alias Gareng, 22, merupakan satu dari tiga pelaku pembunuhan yang keberadaannya sempat tidak diketahui dan menjadi buronan Unit Reskrim Polsek Semarang Utara.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Semarang Diah Ayu Wulandari mendakwa Agus dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 170 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat. ”Terdakwa dapat dikenai hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ucapnya saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (19/5).
JPU membeberkan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan meninggalnya seseorang. Kejadian terjadi pada 23 Juli 2013 silam. Terdakwa bersama dua rekannya Ari dan Aryo (buron) sempat cekcok dengan korban usai usai berbelanja di Indomaret dan hendak pulang ke rumah. ”Kejadian terjadi sekitar pukul 21.30. Saat itu terdakwa bersama dua rekannya, Ari dan Aryo, berboncengan tiga menggunakan sepeda motor. Saat mengendarai motor, korban ditabrak dari arah berlawanan. Hingga akhirnya terjadi adu mulut,” bebernya.  
Jaksa menambahkan, di saat dua rekannya cekcok, terdakwa masuk ke Indomaret untuk membeli rokok. Setelah keluar, ia masih melihat kedua temannya berkelahi dengan korban. Terdakwa yang masih dalam pengaruh alkohol kemudian tersulut dan ikut memukuli korban. Di tengah aksi, tiba-tiba terdakwa mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan menikam beberapa kali di bahu kanan dan punggung korban. Luka ini menyebabkan korban meninggal dunia.
Mendengar dakwaan tersebut, terdakwa didampingi penasihat hukumnya tidak keberatan. Oleh karena itu, tahap selanjutnya adalah pemeriksaan saksi-saksi. ”Sidang kembali dilanjutkan Senin (9/6) bulan depan,” ungkap hakim ketua Budi Susanto menutup persidangan. (fai/ton/ce1)