Kerugian Material Capai Rp 30 Juta

300

Amuk Massa di Dusun Kalitlawah, Ngaren

BOYOLALI–Kondisi Dusun Kalitlawah, Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, hingga kemarin (20/5) masih sepi. Tidak ada aktivitas warga di luar rumah yang menjadi sasaran penyerangan sekelompok massa Minggu dini hari (18/5). Puluhan kepala keluarga (KK) dusun tersebut masih berada di lokasi pengungsian. Kalaupun ada aktivitas, hanya warga pria saja.
Pantauan Radar Solo di lokasi, pintu rumah warga masih tertutup rapat. Aktivitas yang ada hanya madrasah yang berada di pintu masuk desa tersebut. Seratusan petugas keamanan gabungan dari Polres Boyolali, Brimob Gunung Kendil, dan Kodim Boyolali nampak masih berjaga. Kendaraan dinas Polres Boyolali berserta peralatan lengkap juga siaga.
Sejumlah rumah tampak rusak, yang belum dibenahi oleh pemiliknya. Sejumlah warga pria juga nampak aktivitas di luar rumah. Seperti menjemur pakaian atau membelah kayu bakar. ”Siang hari kondisinya aman. Tapi kalau malam tiba, kami harus bersiaga. Karena selama beberapa hari ini, massa yang datang pada malam hari,” ungkap seorang petugas keamanan yang sedang berjaga.
Sebuah poliklinik desa (Polindes) juga masih terlihat berantakan. Di sebelahnya, terdapat sebuah warung dan toko dengan kondisi etalase yang hancur. Seberang jalan polindes, sebuah pos ronda acak-acakan.
Camat Juwangi Sucipto mengatakan, pihaknya sudah menginventarisasi kerusakan dan kerugian material di dusun tersebut. ”Ada enam rumah, satu Polindes, dan satu Poskamling rusak parah. Diperkirakan, kerusakan materiil lebih dari Rp 30 juta-an. Dan sudah kami laporkan ke bupati,” terangnya, saat ditemui di Dusun Kalitlawah kemarin.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Boyolali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi bekas kerusuhan. Selain mengunjungi MI Al Hidayah, para wakil rakyat itu juga mengunjungi lokasi kerusakan akibat serangan massa. Bahkan juga di jembatan tempat terjadinya perkelahian yang merenggut satu nyawa. Bekas tetesan darah masih terlihat di lokasi tersebut.
Agus Ali Rosidi, anggota komisi IV menegaskan, agar perkara ini tidak berkepanjangan, aparat kepolisian harus bertindak cepat dan tegas. ”Hukum harus ditegakkan. Pelaku penganiayaan harus segera ditangkap. Selain itu, jika nanti ada massa yang akan datang lagi, harus segera dihalau. Jika perlu koordinasi dengan polres tetangga. Segera dihadang, kalau melanggar lalu lintas, ditilang saja,” tandasnya. (wo/un/ida)