Lelang Proyek Pasar Projo Diulang

296

UNGARAN — Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Semarang akhirnya melelang ulang proyek pembangunan kembali Pasar Projo Ambarawa tahap II. Sebab, ada empat kontraktor yang tidak memenuhi syarat dalam proses lelang pertama.
Ketua ULP Kabupaten Semarang, Sunarto, mengatakan, dalam proses lelang proyek pembangunan Pasar Projo tahap II, ada 20 kontraktor yang mendaftar. Namun, hanya empat kontraktor yang memasukkan penawaran. Dalam evaluasi lanjutan, ternyata empat kontraktor tersebut tidak memenuhi persyaratan.
”Empat kontraktor tidak memenuhi syarat administrasi, baik surat penawaran maupun berkas lainnya. Sehingga dilakukan lelang ulang,” kata Sunarto, yang juga Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Semarang.
Sunarto mengatakan, batas akhir kontraktor memasukkan penawaran, pada Selasa (20/5) pukul 09.00. Lelang menggunakan sistem elektronik.
Empat kontraktor itu, juga memasukkan kembali dalam lelang ulang. Saat ini, berkas penawaran dari empat kontraktor tersebut, masih dievaluasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) ULP Kabupaten Semarang.
”Evaluasi berkas selama tiga hari, sejak masuknya berkas penawaran. Setelah dievaluasi, pemenang yang memenuhi syarat segera diumumkan. Jika tidak ada sanggahan, selanjutnya dilakukan penetapan dan diterbitkan SKPBJ (Surat Keputusan Penunjukan Barang dan Jasa). Jika lelang ulang tetap tidak ada yang memenuhi syarat maka dilakukan penunjukan langsung.”
Sunarto berharap proses berjalan lancar. Sebab, jika tidak lancar, akan berpengaruh terhadap pekerjaan fisik yang targetnya harus sudah dilaksanakan pada Juni 2014. Penghitungan pekerjaan proyek pasar Projo tersebut, akan menggunakan sistem unit price.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Moch Natsir berharap, perbaikan bangunan lantai satu Pasar Projo Ambarawa tahap I yang ambles dan retak, secepatnya diselesaikan. Sehingga tidak akan mengganggu proses pembangunan tahap II.
”Kami terus mengawasi proses perbaikan agar bisa selesai sesuai target waktu dan tidak mengganggu pembangunan tahap dua,” kata Natsir. (tyo/isk/ce1)