Penyuluh Jangan Ikut Jual Pestisida

319

GUBERNURAN – Para penyuluh pertanian diharapkan dapat memfungsikan dirinya sebagai kompas dan ibu. Sehingga dapat mengarahkan petani untuk mengolah lahannya dengan optimal dan nyaman.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpikan kedaulatan pangan di Jateng. Dengan berdaulat pangan berarti setengah kekuatan sudah dimiliki. Masyarakat tidak lagi didikte dalam menentukan pangannya. Semua itu bisa dilakukan jika penyuluh melakukan perannya secara optimal.
”Hasil sensus BPS mengatakan 35 persen petani kita hilang. Anak muda sekarang ini juga enggan jadi petani. Selain itu, masyarakat juga dihadapkan pada perubahan iklim, pola tanam yang berganti-ganti, dan penyebaran hama. Di sinilah penyuluh memegang peran strategis,” ujarnya pada video conference kegiatan Seminar Nasional Penyuluh Pertanian dan Pengukuhan DPW Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Jateng 2013-2018. Ganjar melakukan video conference dari gubernuran Selasa (20/5) untuk berinteraksi dengan acara yang digelar di Kantor Bakorwil II Surakarta itu.
Menurutnya, penyuluh harus dapat berperan sebagai kompas yang menggerakkan petani dalam menguatkan cadangan pangan nasional. Untuk mendukung hal tersebut, peningkatan kompetensi sangat diperlukan para penyuluh untuk dapat mengembangkan keahliannya, baik melalui pelatihan maupun sharing berbasis teknologi. Pengalaman penyuluh dapat dibahas bersama. Tidak hanya saat menemui kendala, tapi juga menularkan prestasi yang telah dibangun.
Ganjar mengaku dirinya ikut membahas UU Nomor 16 tahun 2006 yang memaksakan secara politik satu desa satu penyuluh. Sebab dirinya sadar jumlah penyuluh terus berkurang. ”Ketika tidak ada guide, petani akan mencari info dan mencoba-coba sendiri. Mereka bisa saja tersesat, meski ada di antara mereka yang bisa menjadi petani hebat. Namun, proses pembelajaran, tukar-menukar informasi harus didorong. Yang penting, penyuluh jangan ikut jualan obat atau pestisida,” ungkapnya.
Ketua DPW Perhiptani Jateng Budiharjo mendukung program pengembangan pertanian organik yang disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo. Bahkan, pertanian organik sekarang ini tengah digalakkan dan dicanangkan di wilayah Surakarta. (ric/ton/ce1)