Resmikan Pusat Studi Reformasi Regulasi

317

SALATIGA—Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM). Juga, pengembangan kapasitas lembaga Center for Regulation Reform for Development (CoRRDev) atau  Pusat Studi Reformasi Regulasi dan Pembangunan.
CoRRDev didirikan oleh dua fakultas di lingkungan UKSW. Yaitu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Hukum (FH). “Pusat studi ini adalah lembaga baru sebagai pengembangan layanan advokasi kebijakan yang selama ini dilakukan oleh Pusat Studi Dinamika dan Promosi Usaha Kecil FEB. Gagasan mendirikan pusat studi sudah dimunculkan sejak 2002,” kata Ketua I CoRRDev, Sri Sulanjari,.
Sri mengatakan, CoRRDev dirancang untuk menjadi mitra pemerintah daerah dalam menata produk hukum daerah. Juga melayani masyarakat dalam advokasi. Proses pengembangan CoRRDev, mendapat dukungan dari GIZ. Baik dalam pengembangan SDM dan pengembangan kapasitas lembaga.
Peluncuran dilakukan oleh Pembantu Rektor V UKSW, Neil Semuel Rupidara, Senin (19/5) di Balairung Universitas. Website CoRRDev yang dapat diakses di alamat www.corrdev.org ini mempunyai keistimewaan. Yakni, adanya layanan konsultasi online.
Dalam sambutannya, Neil Rupidara yang mewakili rektor UKSW menyampaikan apresiasi positifnya dengan diresmikannya pusat studi baru. “Pekerjaan rumahnya, adalah bagaimana membuat lembaga ini eksis ke depan, karena pusat studi ini merupakan lembaga lintas ilmu.”
Bersamaan dengan peluncuran CoRRDev, juga digelar semiloka Penataan Produk Hukum Daerah dalam Rangka Mendukung Iklim Usaha yang Kondusif di tempat yang sama.
Tiga pembicara dihadirkan. Yaitu, Umbu Rauta, dosen Fakultas Hukum UKSW, sekaligus Manager Program CoRRDev; Dr. P. Rondonuwu, Kepala Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Setjen Kemendagri dan Setyawati, Kepala Bidang Hukum Kementerian Bidang Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah. Semiloka diikuti SKPD dan Badan Legislasi Daerah se-kabupaten/kota di Jawa Tengah. (sas/isk)