Tenggak Miras, Pemuda Tewas

295

Sempat Terjatuh dari Motor

KUDUS–Usai menenggak minuman keras (miras), seorang pemuda tewas di rumah pacarnya. Peristiwa itu sempat membuat orang tuanya shock. Sebab, korban Tegar Yuliyanto, 30, warga RT 2/RW 2 Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, terbujur kaku di amben dengan kondisi penuh luka.
Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko melalui Kapolsek Mejobo Dwi Jati Usodo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, yakni pacar korban berinisal M, 16, warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, peristiwa itu bermula dari korban yang datang ke rumahnya Sabtu (17/5) lalu sekitar pukul 18.30.
Saat itu, korban Tegar mengajak M untuk keluar rumah menuju ke halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus bertemu dengan teman-teman lainnya. Ketika di DPRD, korban beserta teman-temannya minum yang diduga miras yang dikemas dalam sebuah botol ukuran satu liter. Korban sempat menenggak minuman tersebut sebanyak dua botol. ”Tegar minum di botol itu bersama teman-teman yang lain. Mereka nongkrong di halaman DPRD sampai larut malam,” katanya.
Selanjutnya, korban mengajak M pergi jalan-jalan. Namun dalam mengendarai motor, M yang memboncengkan Tegar. Menurut M, dari halaman DPRD mereka menuju ke sebuah taman di Jalan Peritis Kemerdekaan Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae.
”Mereka di taman itu sampai pukul 00.00. Tak lama mereka langsung pergi lagi menuju ke arah Jalan Lingkar Singocandi (arah panjang Polsek Kota Kudus) dan menuju ke arah Jember,” jelasnya.
Kemudian, sesampainya di sekitar Jember, Tegar yang diboncengkan M terjatuh. Tegar pun tidak sadarkan diri. Selanjutnya, M meminta pertolongan orang yang melintas dan akhirnya Tegar dibawa ke rumah M dengan menggunakan mobil bak terbuka.
Sesampai di rumah M sekitar pukul 01.00 Minggu (18/5) dini hari, korban ditidurkan di amben belakang rumah. Keesokan harinya sekitar pukul 06.30, M mendapati Tegar sudah terbujur kaku.
M pun merasa bingung sehingga menghubungi temannya. Baru kemudian temannya tersebut menghubungi orang tua Tegar. ”Orang tua sempat membawa Tegar ke rumah sakit, karena melihat korban penuh luka. Akhirnya, Tegar dibawa pulang ke rumah Getas Pejaten untuk dimakamkan,” jelasnya.
Kapolsek menerangkan, karena mendapati ada banyak luka di tubuh Tegar, orang tuanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mejobo. Petugas pun mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan melakukan pemeriksaan kembali. ”Kami bersama dokter dari Puskesmas Jepang langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban,” jelasnya. (san/lil/ida)