Truk Terguling, Perjalanan KA Terganggu

287

TAWANG – Sebuah truk kontainer bernomor polisi H 1847 BP terguling di perlintasan kereta api Jalan Empu Tantular, tidak jauh dari Stasiun Tawang, Semarang. Kepala truk bermuatan kayu ini terputus dari badan kontainer sampai sejauh 100 meter. Dugaan kuat, badan truk terlepas dan terguling lantaran kelebihan muatan, ketika tidak kuat menanjak di jalanan tersebut.

Insiden langka yang sempat mengundang perhatian publik ini terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, truk yang dikendarai Sugito, 45, hendak masuk pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Rencananya truk akan mengirim kayu yang sudah berada di dalam kontainer.

Sampai di lokasi, persisnya perlintasan kereta api, sopir berusaha ambil jalan di sisi kanan untuk menghindari jalanan yang rusak. Awalnya semua berjalan normal dan kendaraan bisa menanjak. Tapi, ketika kontainer sudah di tengah rel, tiba-tiba truk tidak kuat menanjak. Sang sopir berusaha banting setir ke kiri, tapi tidak membuahkan hasil. ”Kondisi jalan memang rusak karena sering dilalui kendaraan besar,” kata saksi mata Ngadiyo, 40.

Sugito berusaha terus menginjak gas agar truk bisa berjalan. Tapi nahas, justru kepala truk terputus dari badan dan melaju sampai 100 meter. Sementara bodi kontainer tertinggal di tengah-tengah perlintasan rel. Sempat berjalan mundur hingga akhirnya berhenti dan terguling.

Karuan saja, kontainer menutup semua akses perlintasan kereta api. ”Suara kencang sekali. Untung saja tidak ada orang di belakang, jadi tidak ada korban,” tambahnya.

Kondisi itu menjadi perhatian masyarakat. Tidak sedikit warga yang mengabadikannya menggunakan ponsel. Dilihat sekilas, kondisi kontainer memang sudah banyak yang karatan. Selain itu, disinyalir muatannya melebihi kapasitas. ”Kondisi truk sudah sangat jelek, dan sebenarnya tidak laik jalan. Lihat saja, sudah pada keropos,” kata Kapolsek Semarang Utara, Kompol Gultom.

Gultom cukup menyayangkan masih beroperasinya kendaraan, meski sudah tidak laik jalan. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab insiden tersebut.

Humas PT KAI Daop 4 Semarang Eko Budiyanto mengatakan insiden itu sempat membuat pihak KAI waswas. Penumpang KA Argomuria yang mestinya turun di Stasiun Tawang, terpaksa turun di stasiun Poncol. ”Tapi tidak masalah karena jarak Stasiun Poncol dan Tawang hanya 2 kilometer,” katanya. (fth/ton/ce1)