Industri Hijau Tulang Punggung Perekonomian

290




KALIWIRU – Industri hijau harus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena ke depan sumber daya alam akan semakin habis. Efisiensi dan rekayasa teknologi tepat guna diharapkan bisa mencegah cepat habisnya sumber daya alam.
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Sudharto P. Hadi menjelaskan bahwa industri hijau merupakan manifestasi konsep pembangunan berkelanjutan, bertujuan meninggalkan praktik ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek dan berdampak negatif pada lingkungan. ”Selain itu juga menjadi praktik ekonomi ramah lingkungan dan dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri,” katanya dalam seminar nasional teknologi industri hijau bertajuk ’Litbangyasa untuk Mendukung Realisasi Industri Hijau’ di Hotel Grand Candi Semarang, Rabu (21/5).

Guru besar teknik kimia Universitas Indonesia (UI) Jakarta Prof Muhammad Nasikin yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, industri hijau adalah industri yang efisien dan efektif menggunakan sumber daya secara berkelanjutan serta dapat menyinergikan pembangunan industri dan fungsi lingkungan hidup. ”Sumber daya alam yang dapat diperbarui merupakan komponen utama yang dapat difungsikan sebagai bahan baku. Oleh karena itu industri hijau dapat dikenali salah satunya dengan melihat bahan baku utama yang bersifat dapat diperbarui dan berasal dari alam,” ujarnya. (mg1/ton/ce1)