Inovator Penting di Era Global

260

SALATIGA — Seorang inovator menjadi penting di era globalisasi saat ini. Perusahaan membutuhkan orang yang berbeda. Yakni, orang yang punya pengalaman organisasi, berwawasan luas, dan pengalaman networking.
Hal itu disampaikan oleh Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia, dalam kuliah umum di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kemarin.
”Banyak mahasiswa yang punya target lulus dengan IPK 3,00. Itu sudah banyak. Kami, perusahaan cari yang beda,” jelas Handry, didampingi Wicaksono, seorang tokoh sosial media, selaku moderator.
Henry memaparkan lima kunci untuk menjadi seorang inovator. Kelima hal tersebut adalah kemampuan bertanya (questioning), kemampuan mengamati (observing), associating, experimenting dan networking.
Kemampuan bertanya, kata doktor bidang manajemen strategi UI ini, sebagai dasar penting untuk menjadi seorang inovator.
”Anda harus punya kemampuan itu. Bertanyalah dengan gaya yang berbeda. Orang Indonesia biasanya bertanya dengan bertele-tele, tidak langsung pada pertanyaan inti.”
Hal lain yang di-share Handry adalah tip untuk membaca buku di luar bidang ilmu yang dipelajari. Juga tip kerap mengikuti kegiatan seminar atau kegiatan lain di kampus. ”Hal itu saya lakukan waktu kuliah dulu.”
Rektor UKSW Prof John A. Titaley membuka secara resmi kuliah umum kemarin. Dalam sambutannya, John memberikan apresiasi untuk kuliah yang digelar Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK).
Menurut John, inovasi sangat penting. Mahasiswa FTEK sudah membuktikan hal itu lewat salah satu mahasiswanya yang berhasil meraih 1st Runner Up Go Green In The City 2014 East Asia. (sas/isk/ce1)