Nyogok Masuk CPNS, Tertipu Rp 30 Juta

315

BARUSARI – Penipuan dengan modus masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Kali ini, dialami Tugiman, 59, warga Jalan Sidoasih V1 No 12 Tlogosari Semarang. Ia mengaku tertipu Rp 30 juta saat hendak memasukkan anaknya menjadi CPNS di Semarang. Ia melaporkan temannya berinisial Sg, 52, warga Kaligawe, Genuk.
Penipuan ini bermula ketika ada pendaftaran masuk CPNS 2013. Tugiman yang mendaftarkan anaknya begitu senang mendapatkan kabar tersebut. Ia pun berusaha mencari jalan pintas agar anaknya bisa langsung masuk CPNS.
Bak gayung bersambut, tetangga Tugiman ada yang mengabari jika terlapor bisa membantu. Tanpa pikir panjang, Tugiman lantas meminta untuk diperkenalkan kepada terlapor.
”Saya bertemu dengan terlapor (Sg, Red) September 2013 lalu. Bilangnya punya kenalan di dalam dan bisa membantu masuk CPNS,” katanya.
Keduanya pun sempat terlibat pembicaraan panjang hingga akhirnya, terlapor meminta uang pembayaran Rp 30 juta. Uang itu akan digunakan untuk memuluskan jalan agar bisa masuk CPNS meski tanpa tes. ”Karena percaya saya langsung menyerahkan uang Rp 30 juta. Omongannya sangat meyakinkan,” ujarnya.
Tugiman diminta untuk menunggu kabar baik. Tapi sayang, selama berbulan-bulan tidak kunjung mendapatkan kejelasan. Ia bertanya pada terlapor, tapi Sg terus menghindar. ”Karena jengkel akhirnya saya lapor polisi. Soalnya, dia (terlapor, Red) selalu menghindar dan tidak bisa dihubungi,” katanya.
Kasus penipuan modus CPNS ini pun semakin menambah daftar panjang kasus serupa. Sebelumnya delapan korban sudah melaporkan kasus penipuan sejak Januari 2014. Modusnya sama dengan menjanjikan dibantu masuk CPNS asalkan menyetorkan uang pelicin dalam jumlah besar. ”Kami sudah melakukan penyelidikan, secepatnya kasus ini akan diselesaikan,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Wika mengimbau masyarakat tidak gampang percaya, kepada orang yang menjanjikan masuk CPNS. Alangkah baiknya jika berjalan sendiri dan mengikuti prosedur yang ditentukan. ”Modus penipuan selalu beragam, masyarakat pun harus terus waspada,” pesannya. (fth/ton/ce1)