Sewindu Kenang Gempa, Warga Makin Waspada

295

KLATEN– Halaman Pendapa Pemkab Klaten kemarin (21/5) ramai dipenuhi stan pameran untuk memperingati sewindu bencana gempa yang terjadi di Klaten. Barang yang dipamerkan bukan hasil kerajinan lokal, namun peralatan yang sering digunakan untuk penanggulangan saat terjadi bencana.
Mulai mobil pemadam kebakaran (PMK), hingga sepeda motor trail milik komunitas relawan. Ada juga peralatan untuk penanganan bencana lain, seperti rompi, dan alat penyelamatan korban milik SAR Klaten. Berbagai peralatan milik berbgai organisasi yang sering terlibat dalam penanganan bencana ikut dipamerkan.
Bahkan dalam stan pameran tersebut juga ditunjukkan peralatan komunikasi yang sering digunakan untuk menjalin komunikasi dalam keadaan darurat. Mulai dari handy talk (HT), perangkat radio amatir milik Orari dan RAPI. Tidak ketinggalan berbagai foto relawan saat menangani peristiwa bencana alam.
Antusias masyarakat untuk menyaksikan pameran yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama berbagai komunitas bencana, SAR Klaten. Ada ratusan siswa yang hadir melihat pameran tersebut. Tidak sedikit siswa yang penasaran dan mencoba berbagai peralatan yang dipamerkan. Seperti peralatan yang digunakan untuk vertical rescue milik SAR Klaten. Beberapa siswa melakukan simulasi untuk belajar menyelamatkan korban saat terjadi bencana. Peralatan ini sering digunakan saat ada orang tenggelam di dalam sumur dan medan di bawah tebing.
“Saya penasaran saja, makanya saya mencoba untuk berada di dalam tandu. Ternyata agak takut saat diangkat,” ujar Erni, 13, salah satu siswa SMP asal Karanganom.
Kepala BPBD Klaten Sri Winoto mengatakan, kegiatan pameran peralatan yang sering digunakan untuk penanganan bencana menjadi rangkaian kegiatan peringatan sewindu terjadinya bencana. Berbagai kegiatan sudah disiapkan agar masyarakat dapat lebih peka dan tanggap saat terjadi bencana. “Kami juga menyiapkan kegiatan simulasi, dan kemah siaga bencana. Kemudian ada lomba untuk ketangkasan dalam mengatasi bencana dengan menggunakan gergaji mesin. Puncak dari kegiatan akan diadakan akhir pekan nanti, di mana ada sarasehan bencana.” (oh/bun/aro)