Batik Katun untuk Musim Panas

291

SEMARANG – Batik menjadi satu warisan lokal budaya Indonesia yang melegenda bahkan mendunia. Karena itulah, batik kini didesain lebih modern, baik motif maupun rancangan busananya tetap tidak meningggalkan corak tradisionalnya.
Salah satu yang mencoba mengembangkan bisnis batik secara modern ini adalah Dhievine. Butik berkonsep online ini baru saja merilis koleksi terbarunya bertema musim panas.
Dalam koleksinya, Butik Online Dhievine mengangkat warna-warna cerah dengan tema Summer Flings yang didominasi warna cerah dan gradasi warna kain tradisional dengan sentuhan modern. ”Kita menggunakan batik cap dan batik tenun untuk menyambut musim panas, tentunya dengan warna-warna terang yang pasti mempercantik pemakainya,” kata Creative Director Dhievine, Widya Andhika, kemarin.
Dalam koleksi Summer Fling, Dhievine menggunakan bahan dasar katun (cotton) 100 persen untuk batik cap maupun bahan kombinasi polosan. ”Karena musim panas yang gerah, bahan katun dipilih agar pemakainya tetap nyaman,” ujarnya.
Koleksi dari butik online Dhievine juga bisa dikolaborasikan dengan pakaian kasual, semiformal hingga formal. Rok setengah lingkaran pas dikombinasi dengan atasan model origami menekankan fungsi busana sebagai gambaran keceriaan musim panas. Rok model ini memudahkan ruang gerak pemakainya lebih bebas. Perpaduan warna yang dipakai pun cocok dipakai saat liburan, potongan klasik dengan menyuguhkan kebaya kutubaru pun bisa dibilang sangat apik dan menarik. (den/smu/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.