Ganjar : Yang Penting Jujur

256

BANYUMANIK – Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SMA sederajat di Jawa Tengah sudah usai, dan sudah diketahui hasilnya. Sebanyak 190 siswa tidak lulus unas, terdiri atas 90 siswa SMA, 42 siswa Madrasah Aliyah (MA), serta sebanyak 58 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ketidaklulusan tahun ini meningkat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui usai mengisi acara ’Gubernur Mengajar’ di SMA Hidayatullah Semarang tidak mempersoalkan adanya peningkatan ketidaklulusan tersebut. ”Meningkat tidak apa-apa, yang penting jujur. Percuma kalau 100 persen siswa SMA se-Jawa Tengah lulus 100 persen, namun tidak diperoleh dari kejujuran,” kata Ganjar, Kamis (22/5).
Ganjar lebih menekankan pentingnya kejujuran dalam proses pendidikan. Karena dari pendidikan akan dicetak generasi-generasi penerus bangsa. ”Pendidikan jika tidak diawali dengan kejujuran maka yang terjadi adalah kehancuran,” katanya.

Kepala Sekolah SMA Hidayatullah Semarang Aminudin mengatakan, tingkat kesulitan soal unas tahun ini berbeda dengan tahun lalu. ”Setelah dinaikkan menjadi 20 persen, akibatnya ya seperti ini. Memang siswa SMA Hidayatullah lulus 100 persen, namun nilai mapel yang di-unas-kan sebagian jatuh,” katanya. Adapun mata pelajaran yang dimaksud, menurut Aminudin adalah Matematika dan Bahasa Inggris. (mg1/ton/ce1)