Honorer K2 Geruduk Gubernuran

261

MUGASSARI — Puluhan tenaga honorer kategori dua (K2) dari 35 kota/kabupaten di Jateng kemarin (22/5) menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang. Unjuk rasa ini semula direncanakan akan dilakukan Selasa (20/5) lalu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Sambil membawa spanduk dan poster, mereka menuntut adanya pengusutan terhadap tenaga honorer K2 yang tidak memenuhi persyaratan administrasi tapi lolos CPNS. Mereka mendesak Gubernur Ganjar Pranowo untuk segera menyelesaikan permasalahan honorer K2.
Ketua Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Jawa Tengah, Dian Chandra Sari mengatakan, aksi damai tanpa menggunakan pengeras suara itu digelar sebagai bentuk keprihatinan atas nasib 25 ribu tenaga honorer K2 di Jateng yang hingga kini nasibnya tak jelas setelah tidak lolos dalam seleksi CPNS 2013 lalu. Mereka menilai pelaksanaan seleksi CPNS K2 yang sarat dengan kecurangan, serta terdapat pemalsuan dokumen tenaga honorer yang sebenarnya tidak layak masuk kategori dua. Bahkan, ada juga yang mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah agar bisa diterima menjadi CPNS.
”Kami mendapatkan laporan, ada yang membayar sebesar Rp 50 juta-Rp 150 juta kepada oknum tertentu agar lolos CPNS 2013,” katanya sambil menunjukkan sejumlah bukti terkait temuan tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat administrasi itu.
Dian meminta agar pemerintah daerah bisa bersikap adil dengan tidak meloloskan honorer K2 bodong. Sejauh ini, kata dia, sejumlah pemerintah kabupaten seakan menutup mata adanya pemalsuan dokumen agar tenaga honorer lolos CPNS 2013. ”Saya menuntut agar dilakukan seleksi lagi dengan benar. Saya tidak mau dipermainkan begini terus. Saya sudah bekerja 30 tahun hanya dibayar Rp 200 ribu per bulan,” keluhnya. ”Kami juga menolak diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak,” tambahnya.
Muryono, salah satu peserta aksi mengaku, selama memperjuangkan nasib, ia kerap mendapat intimidasi serta ancaman pemecatan dari pejabat setempat. ”Walaupun kami ada yang mengancam, kami akan tetap melakukan aksi sampai tuntutan kami dipenuhi,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah Suko Mardiono saat menerima para honorer K2 mengatakan, tenaga honorer K2 yang tidak memenuhi syarat administrasi, secara teratur telah mundur dengan tidak melakukan pemberkasan. Mereka tidak bisa memenuhi syarat administrasi yang dibutuhkan. ”Untuk berapa jumlahnya kami belum tahu. Karena masih menunggu sampai akhir bulan ini,” katanya.
Dikatakan, jumlah tenaga honorer K2 yang lolos CPNS 2013 sebanyak 15.701 orang. Dari jumlah itu, kata Suko, sampai saat ini yang sudah melakukan pemberkasan sebanyak 75 persen.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Achmad Zaid yang hadir menyatakan akan terus mengawal pemberkasan tenaga honorer hingga akhir Mei 2014. (den/ton/ce1)