Ke Mapolres Bawa Sabu, Ditangkap

373

SALATIGA — Kuthuk marani sunduk. Istilah Jawa itu agaknya tepat untuk menggambarkan kejadian apes yang dialami Sla, warga Dukuh Lor RT 02 RW II, Tingkir, Salatiga. Pria 38 tahun itu ditangkap polisi setelah ketahuan datang ke mapolres dengan membawa sabu-sabu di dalam mobilnya.
Kedatangan Sla ke mapolres sebenaranya ada masalah lain. Ia datang untuk menyelesaikan perselisihan utang piutang dengan temannya. Sla bertemu dengan rekan bisnisnya, Zumroni, 30, warga Sidomukti di Bank BCA Jalan Diponegoro, Salatiga. Diduga karena permasalahan utang piutang rental mobil, keduanya kemudian terlibat cekcok seru.
Karena sama-sama emosi, perang mulut itu tidak bisa dilerai. Hingga akhirnya Sla menantang Zumroni untuk menyelesaikan kasus tersebut di Mapolres Salatiga. Sla sesumbar punya banyak kenalan di  Satuan Reskrim. Karena merasa tidak bersalah, Zumroni pun tidak keberatan dengan tantangan itu. Keduanya lantas mendatangi Mapolres Salatiga.
Ketika masuk di lingkungan Mapolres Salatiga, sejumlah anggota unit narkoba melihat  Sla yang mengendarai mobil Suzuki Zwift. Sla ternyata sudah lama menjadi target operasi (TO) petugas dari Unit Narkoba. Petugas pun curiga dan menggeledah isi mobil Sla. Dugaan petugas ternyata tidak meleset, karena ditemukan barang bukti dua bungkus sabu-sabu yang dibungkus plastik klip, satu buah bong alat isap, 3 pivet serta 3 sedotan.
Meski awalnya mengelak dari tuduhan itu, namun setelah ditunjukkan barang buktinya, Sla mengakui  perbuatannya. Petugas pun langsung mengamankan Sla ke tahanan Polres Salatiga sembari memproses hukum lebih lanjut.
Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kabag Humas Polres Salatiga AKP Joko Lelono mengatakan, tersangka sudah lama menjadi target operasi petugas. Ia akan dijerat pasal primer 112 ayat (1) subside 127 ayat (1) huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (sas/aro/ce1)