Batik Motif Klasik Tetap Elegan

275

SIMPANG LIMA — Batik bermotif klasik seolah tak lekang oleh waktu. Balutan modern dalam warna-warni teduh menjadikan kain tradisional ini lebih elegan. Sebuah rumah batik di kawasan Simpang Lima, Semarang kemarin (23/5) menampilkannya dalam peragaan busana bertajuk Play It Cool. Sejumlah model arahan Totok Shahak Modelling melenggang apik membawakan rancangan in house designer dalam lima sekuel.
Parade diawali dengan rangkaian koleksi busana modern dengan motif Candi. Penggunaan material bahan katun dengan konsep kasual dipadupadankan menjadi busana playful namun tetap cantik. Permainan motif dan warna mendominasi segmen ini. Model leher konvensional namun tetap etnik menonjolkan ciri khas budaya. Alih-alih desain tampak kuno, penampilan justru chic dan stylish dalam blouse dan mini dress.
Pergelaran masih berlanjut dengan menampilkan busana batik gaya modern dengan warna-warni cantik. Sekuel ini masih menggunakan bahan katun dengan motif kontemporer flower. Penampilan kasual tanpa menanggalkan kesan elegan bisa memilih tank top atau blouse asimetris. Aksen lipit di bagian punggung memberikan kesan lain dalam penampilan.
Permainan etro garis merah dari bahan sutra crepe dapat memilih sekuel ketiga. Aplikasi layer tampak terlihat di bagian dada dan lipit di bagian punggung masih dapat terlihat.
Motif mix and match oriental dapat dinikmati dalam sekuel keempat. Busana yang ditampilkan memberikan kesan glamor dengan menggunakan sutra crepe. Permainan motif mampu membalut desain sederhana tampak menawan. Desain peplum masih bisa ditemui hingga tahun ini. Koleksi ini menabrakkan dua motif dalam satu kain batik.
Welly Eko Wibowo dari rumah batik tersebut mengatakan, Play It Cool merujuk pada pemilihan warna. Yakni, warna-warni cerah, namun tidak terlalu mencolok dan juga tidak terlalu gelap. Sesuai dengan misi rumah batik tersebut yang terus mempertahankan motif klasik, maka di fashion show kali ini pun tak lupa ditampilkan. Keindahan motif klasik bisa ditemui pada sekuel kelima dalam motif jumput batik. Motif jumput menjadi pusat perhatian di bagian depan. ”Motif jumput kerap digunakan untuk acara tradisi Jawa seperti siraman. Kami ingin mengangkat motif klasik yang sudah mulai dilupakan masyarakat,” katanya.
Motif klasik ini tampil colorful mengentalkan nuansa ceria. Tabrak warna membuat koleksi ini semakin unik. Jenis kain mampu mengesankan crepe melayang menampilam kesan mewah dan elegan. (dna/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.