Ungkit Izin, Warga Segel Tower

277

BATANG—Puluhan warga Dukuh Sudan Lor, Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Batang, memprotes berdirinya Base Transceiver Station (BTS). Aksi yang sebelumnya pernah dilakukan, disinyalir tak direspons pihak terkait. Karena itu, kemarin, warga menyegel BTS dimaksud. Simbolisasi penyegelan dilakukan dengan spanduk tuntutan.
Warga Sudan Lor mengklaim, pemilik lahan BTS tidak pernah mengajukan izin atau meminta tanda tangan persetujuan warga sekitar. Warga khawatir, keberadaan BTS tersebut bisa membahayakan. Yakni, sewaktu-waktu bisa roboh akibat terpaan angin kencang.
Ngatwani, 47, warga Sudan Lor menuturkan, segel akan kembali dibuka, jika pemilik BTS menjamin keamanan dan kesehatan warga sekitar. “Warga sekitar tower, sama sekali tidak pernah dimintai izin.”
Ngatwani mengatakan, sejak ada tower, setiap turun hujan dan terjadi petir, suara petir sangat kencang. Padahal, sebelumnya tidak pernah. “Kami dan warga lain, mendesak agar tower yang sudah berdiri, segera dibongkar.”
Kapolsek Warungasem AKP Juharno yang mendatangi penyegelan BTS, berusaha menenangkan warga. Juharno meminta warga tak berbuat anarkistis. Menurut dia, permasalahan antara warga dengan pemilik BTS, agar diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.   
“Kami menyayangkan sikap warga. Mestinya, protes dilakukan saat proses pembangunan. Bukan setelah tower berdiri. Ia menyarankan warga berdialog dengan pemilik lahan tower. (thd/isk)