Antisipasi Kekeringan Rp 35 Juta

317

MUNGKID– Pemerintah Kabupaten Magelang mulai menyusun rencana penanggulangan bencana kekeringan di wilayahnya. Di antaranya dengan menyiapkan sejumlah tangki air bersih.     
Catatan Radar Kedu sejumlah desa menjadi langganan  krisis air bersih selama musim kemarau. Yakni, Kenalan, Candirejo, Giri Tengah, Kembanglimus, Tegalarum, Ringin Putih, Bumiharjo di Kecamatan Borobudur, dan Magoyoso (Salaman). “Tahun ini kita siapkan Rp 35 juta,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Sujadi, kemarin.     
Dana itu akan dipakai untuk menyediakan air bersih sebanyak 72 tangki. “Kalau ternyata masih kurang, nanti akan dikoordinasikan dengan Pemprov Jateng,” kata dia.     
Jumlah pengadaan tangki tahun ini, katanya, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Ihwalnya, lima desa lain yang sudah tak lagi mengalami krisis air bersih. Yakni, Kwaderan dan Wonogiri (Kajoran) dan Sriwedari (Salaman).    “Sejak tahun lalu, kebutuhan air bersih masyarakat lima desa itu, sudah
terlayani lewat proyek air bersih yang dilaksanakan oleh Perpamsi dan
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Begitu pula kekeringan di Desa Banyudono (Dukun), dan Gondowangi (Sawangan) yang teratasi dengan program pipanisasi,” katanya.       
Kasi Logistik BPBD, Isbakir mengatakan droping air bersih tahun ini mungkin tak hanya diarahkan ke tujuh desa tersebut di atas. Namun, juga ke desa-desa di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) berhulu di kaki Gunung Merapi.
”Kami banyak menerima informasi, masyarakat sejumlah desa yang dijadikan area penambangan selalu mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau karena banyak sumber mati akibat penambangan yang tak terkontrol,” ujarnya. (vie/lis)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.