Jadi Kuliner Unggulan untuk Menarik Wisatawan

295

DESA WISATA

Warga Desa Keji Ungaran Kembangkan Es Krim Singkong

Nana, 44, warga Desa Keji RT 05 RW 01 Ungaran Barat, berhasil menemukan inovasi kuliner baru. Ia menciptakan es krim dari bahan dasar singkong. Seperti apa?

KRISTI RAHAYUNINGTIAS, Ungaran

BERAWAL dari memenangkan lomba kreasi memasak di desanya, Nana berhasil menemukan inovasi kuliner baru, es krim singkong. Bahkan, kini produknya itu siapkan sebagai menu kuliner khas Desa Keji, yang selama ini dikenal sebagai desa wisata dan religi di Kabupaten Semarang.
Nana mengaku, menemukan ide membuat es krim singkong tersebut saat di desanya digelar lomba membuat makanan dengan bahan dasar singkong. “Waktu itu, saya sempat bingung. Kalau hanya bikin getuk, sawut, atau tiwul sudah biasa. Saya lalu coba-coba membuat es krim dari singkong biar beda dengan yang lain” tutur Nana kepada Radar Semarang.
Ibu dua anak ini menjelaskan pembuatan es krim singkong relatif sederhana. Pertama, singkong dikupas lalu dicuci bersih. Setelah itu, dikukus kurang lebih 15 menit hingga matang. Setelah itu, singkong dihancurkan dengan blender lalu dicampur dengan gula, susu kental manis, santan serta perasa sesuai yang diinginkan. “Setelah dihaluskan, masukkan ke dalam frezer selama 2 jam hingga beku. Kemudian dihaluskan lagi dengan mixer, lalu dibekukan kembali” jelasnya.
Oleh Nana, produksi es krimnya itu lantas beri nama Ice Sing. “Sing itu singkatan dari singkong, bahan dasar es krim buatan saja,” katanya.
Kepala Desa Keji Evi Sari Swastikanti sangat mendukung usaha Ice Sing yang dikembangkan Nana. Apalagi di wilayah Desa Keji, singkong sangat mudah dibudidayakan. Selain itu, produk kuliner tersebut bisa menarik wisatawan, di mana Keji dikenal sebagai desa wisata dan religi. “Saya ingin Ice Sing bisa menjadi ikon Desa Keji. Saya juga berharap industri kreatif ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga Desa Keji” tutur kades cantik yang masih berusia 33 tahun ini. (*/aro)