Matematika dengan Pendekatan Quantum Learning

294

Matematika merupakan disiplin ilmu yang universal yang terus berkembang sejak dahulu. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu serta untuk memajukan daya pikir manusia. Dewasa ini matematika telah berkembang amat pesat baik secara materi maupun kegunaannya. Terbukti dengan banyaknya permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika.
Banyak pendapat yang menyatakan bahwa matematika dianggap pelajaran yang sulit dibandingkan dengan pelajaran lainnya, terbukti dengan hasil belajar matematika yang rendah. Dalam kenyataannya banyak siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika. Rendahnya hasil belajar matematika disebabkan beberapa faktor, diantaranya guru belum menggunakan pendekatan yang tepat untuk mengajarkan materi yang menyenangkan kepada siswa. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan siswa menguasai matematika. Diantaranya adalah pendekatan Quantum Learning.

Quantum Learning

Tokoh utama di balik pembelajaran quantum adalah Bobbi DePorter, seorang ibu rumah tangga yang kemudian terjun di bidang bisnis properti dan keuangan, dan setelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran. Dialah perintis, pencetus, dan pengembang utama pembelajaran quantum. Semenjak tahun 1982, DePorter mengujicobakan gagasan-gagasan pembelajaran quantum kepada para remaja di Super Camp, sebuah lembaga pembelajaran yang terletak di California
Pada tahap awal perkembangannya, pembelajaran quantum untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah, tidak dimaksudkan sebagai metode dan strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan di rumah. Lambat laun, orang tua para remaja juga meminta pada DePorter untuk mengadakan program-program pembelajaran quantum bagi mereka.
Selanjutnya DePorter menyatakan Quantum Learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar dan Program Neurolinguistik (NLP). Termasuk diantaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain. Seperti: 1) teori otak kanan/kiri, 2) teori otak triune (3 in 1), 3) pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik), 4) teori kecerdasan ganda, 5) pendidikan holistik (menyeluruh), 6) belajar berdasarkan pengalaman, 7) belajar dengan simbul, 8) simulasi/permainan.
Dalam pendekatan Quantum Learning guru harus membangun jembatan untuk memasuki dunia kehidupan siswa, kemudian guru memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan siswa menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Peran bukan lagi sebagai penyampai pengetahuan kepada siswa tetapi sebagai rekan belajar, model, pembimbing, dengan desain pembelajaran yang disebut TANDUR.
Kerangka pembelajaran TANDUR adalah: 1) Tumbuhkan: memotivasi siswa, membuat siswa tertarik pada materi yang diajarkan. 2) Alami: berikan siswa pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui. 3) Namai: berikan data yang tepat saat minat memuncak, mengenalkan konsep-konsep pokok dan materi pelajaran. 4) Demonstrasikan: berikan kesempatan pada siswa dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi. 5) Ulangi: ini dapat dilakukan melalui pertanyaan pos tes, penugasan, atau membuat ikhtisar hasil belajar. 5) Rayakan: memberikan reward atau pujian pada siswa yang aktif.
Dengan pendekatan Quantum Learning diharapkan agar siswa dalam proses pembelajaran mempunyai motivasi belajar yang kuat, serta dapat menumbuhkan kerja sama dalam kelompok yang menyenangkan dan dapat mengerjakan matematika tanpa mengalami banyak kesulitan. Guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan memantau semua kegiatan siswa selama pembelajaran berlangsung. (*/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.