Persitema Butuh Lumbung Pemain

351

TEMANGGUNG—Persitema Temanggung membutuhkan lebih banyak pemain lokal untuk memperkuat skuad pada musim-musim mendatang. Untuk itu, pelatihan para pemain harus difokuskan secara kontinyu melalui game dan kompetisi untuk mengasah kemampuan. Sebab, sebagian besar pemain didominasi pemain dari daerah lain.
“Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan PSSI menggelar kompetisi sepak bola Liga Amatir Temanggung,” kata Ketua Harian Persitema Temanggung, Bambang Arochman, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Liga Amatir (Pradivisi) di lapangan Desa Muntung, Kecamatan Candiroto, Minggu (25/5) petang kemarin.
Pria yang juga Sekda Temanggung itu mengatakan, jika terus dipupuk, maka prestasi pemain lokal akan meningkat. Harapannya, dominasi pemain luar kota akan berkurang. Sebaliknya, anak-anak asli Temanggung mampu berjaya pada persepakbolaan profesional. “Saya sangat berharap banyak dari kompetisi ini muncul banyak pemain yang bagus,” katanya.
Ketua KONI Kabupaten Temanggung, Sukadi, mengatakan, setelah jeda satu tahun tidak menyelenggarakan kompetisi pra-divisi pada tahun lalu, tahun ini PSSI kembali menggelar kegiatan tersebut. Tujuannya, untuk peningkatan prestasi persepakbolaan di daerah penghasil tembakau tersebut. “Jadi, sepak bola itu ada dua, yang profesional adalah Persitema. Sedangkan yang amatir dikelola oleh PSSI. Dan, ini merupakan upaya pengembangan potensi.”
Terkait penyelenggaraan kompetisi ini, Sukardi mengatakan, PSSI– selain sebagai penyelenggara– juga diharapkan punya tim seleksi tersendiri. Seleksi untuk melihat bibit potensi pemain lokal yang dimiliki. “Segera membuat tim seleksi,” harapnya.
Sekretaris Panitia Pelaksana kegiatan, BE Prayantoro, mengatakan, kompetisi yang diikuti 32 tim baru, dengan para pemain usia maksimal 23 tahun ditambah maksimal lima pemain senior. “Digelar mulai 25 Mei sampai dengan 17 Juni,” terangnya.
Dikatakan, kompetisi digelar di empat lapangan. Yakni, lapangan Giyanti, Kecamatan Temanggung, lapangan Gilingsari, Kecamatan Temanggung, lapangan Kundisari, Kecamatan Kedu dan Lapangan Muntung, Kecamatan Candiroto.
“Babak 8 besar sistem gugur dimulai 7 Juni sampai 17 Juni di lapangan Gilingsari dengan mempertandingkan antar juara grup yang kita bagi sebelumnya,” tandasnya. (zah/lis)