Lapangan Golf Manyaran Akan Bertaraf Internasional

568

BALAI KOTA — Pemkot Semarang berencana mengembangkan lapangan golf Manyaran sesuai standar internasional. Dengan adanya lapangan golf bertaraf internasional, diharapkan para pencinta olahraga golf dari luar kota bisa datang ke Semarang, termasuk gelaran turnamen dan kejuaraan berkelas nasional maupun internasional. Diharapkan impian tersebut akan segera terwujud dalam waktu 1,5 tahun lagi atau pada tahun 2016.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini Semarang sudah mempunyai 2 lapangan golf yang termasuk kategori bagus, yaitu di Gombel dan Jangli. Sementara lapangan golf Manyaran yang saat ini kondisinya tidak sebagus di dua lokasi tersebut.
Namun, sekitar 1,5 tahun lagi Semarang juga akan memiliki lapangan golf bertaraf internasional, yaitu pengembangan lapangan golf Manyaran. Lapangan golf Manyaran ini, menurutnya, mempunyai perjalanan sejarah panjang terkait perkembangan golf di Kota Semarang. ”Dulu lapangan itu punya sejarah perjalanan perkembangan dunia golf di Semarang yang saat ini mulai sedang direnovasi,” kata pejabat yang akrab disapa Hendi, kemarin.
Wali Kota berharap, pembangunan lapangan golf internasional di Manyaran itu bisa berjalan dengan lancar. Sehingga tahun depan atau 2016 Jateng khususnya Kota Semarang sudah mempunyai tambahan satu lapangan golf lagi
Hendi juga menjanjikan, jika lapangan golf internasional di Manyaran ini sudah jadi, infrastruktur seperti akses jalan dan fasilitas lainnya yang menuju ke sana juga akan diperbaiki. ”Kami siap untuk memperbaiki sarana prasarana, menambah PJU (penerangan jalan umum) dan fasilitas lainnya,” katanya.
Lapangan golf Manyaran ini, desain awalnya akan dikembangkan mencapai seluas 58 hektare. Namun investor yang menggarap berencana akan menambahnya seluas 15 hektare lagi supaya bisa masuk kategori lapangan golf internasional.
Tak hanya berhenti pada pembangunan, menurut Hendi, Pemkot Semarang juga sudah memikirkan langkah promosi lapangan golf ini. Pihaknya akan memanfaatkan jaringan para pengelola golf, yang sudah pasti memiliki jaringan baik di nasional maupun dunia internasional.
”Sehingga diharapkan dari jaringan itu akan bisa menarik masyarakat khususnya para pegolf untuk main golf di Semarang, kemudian menikmati Kota Semarang, hotel penuh, makanannya laris, ekonominya tumbuh, jadi saling menguntungkan,” tandasnya. (zal/ton/ce1)