Mendesak, Kawasan Barat Perlu TPA

302

TEMANGGUNG—Laju perkembangan di wilayah barat Kabupaten Temanggung, tidak diikuti dengan adanya tempat pembuangan sampah (TPA). Hal itu menyebabkan pembuangan sampah di daerah lereng gunung tersebut terkesan sembarangan.
Sampah sisa pasar dan permukiman, dibuang di tepi jalan dan sungai yang berpotensi tidak nyaman. Proses pembuangan sampah– khususnya di kawasan pasar—selama ini diangkut menggunakan mobil sampah Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Namun, karena tumpukan sampah cukup tinggi, pengangkutan sampah terkadang tercecer di jalan. “Kita sering menemukan kasus sampah yang diangkut malah bercecaren di jalan,” kata anggota Fraksi PAN, DPRD Temanggung, Erda Wachyudi.
Ia mengimbau agar mobil sampah, dipasang jaring. Sehingga tidak berceceran angkutan sampah di jalan. Sebab, ceceran sampah di jalan rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Misalnya, sampah kulit pisang atau sampah berat yang menghindari tidak menginjak malah terpeleset kendaraannya. Jadi itu tidak baik. Seharusnya mengangkut sampah menggunakan jaring.”
Angkutan sampah yang menggunakan jaring, tidak akan menyebabkan sampah berceceran. Padahal, jarak angkut antara wilayah barat dengan TPA yang berada di wilayah timur, di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, cukup jauh.
Jarak tempuh lebih dari 20 kilometer dari Pasar Wage Adiwinangun, Ngadirejo.
Hal senada diungkapkan anggota Fraksi Golkar, Tunggul Purnomo. Menurut Tunggul, problem sampah adalah problem utama di masyarakat. Penanganan sampah merupakan bagian dari konservasi lingkungan, agar tidak menyebabkan kerusakan lebih parah. “Ini harus dibersihkan karena bagaimanapun Temanggung merupakan daerah penerima adipura,” terang Wakil Ketua DPRD Temanggung itu.
Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan, terkait pemasangan jaring, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), selaku pihak yang mengelola sampah. “Akan kami tindaklanjuti usulan tersebut.”
Sementara untuk penanganan sampah sebagai bentuk konservasi lingkungan, pihaknya juga tengah berkampanye untuk pengelolaan sampah secara arif dengan melibatkan masyarakat. Salah satunya, keberadaan bank sampah. “Kita melihat sudah banyak bank sampah yang mengelola sampah dan diharapkan ini akan terus dilakukan.” (zah/lis)