Pilpres, Kalangan Nahdliyin Terpecah

241

UNGARAN-Dukungan kalangan Nahdliyin di Kabupaten Semarang diprediksi bakal terpecah dalam pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014. Kendati Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai berlatarbelakang NU masuk dalam koalisi mendukung Jokowi-Jusuf Kalla.
Pasalnya, ada pengaruh dari para tokoh Nahdliyin di Lirboyo, Jawa Timur yang arahnya mendukung calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo-Hatta. Kendati begitu, sikap resmi para kiai NU Kabupaten Semarang baru akan muncul Selasa (27/5) hari ini setelah Musyawarah Kerja PCNU di Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum, di Ungaran, Kabupaten Semarang, KH Zaenal Muttaqi, pengaruh para masyayikh (tokoh agama) Lirboyo Jawa Timur masih kuat mempengaruhi arah dukungan suara dari kalangan NU. Pihaknya melihat prediksi sejumlah ulama seperti KH Idris Marzuki dan KH Anwar Mansur arah dukungannya kepada Prabowo. Kondisi itu menurut Zaenal akan kuat mempengaruhi massa di sejumlah pesantren di Kabupaten Semarang.
“Banyak kiai dan ustadz pesantren di Kabupaten Semarang yang alumni Lirboyo. Jadi pengaruhnya masih cukup kuat di kalangan pesantren di Kabupaten Semarang. Padahal di sini ada sekitar tujuh puluhan pesantren. Sehingga hal itu cukup berpengaruh,” ujarnya, kemarin.
Muttaqi mengatakan, selain dipengaruhi dari Lirboyo, Nahdliyin di Kabupaten Semarang juga dipengaruhi Blok Kaliwungu dengan tokoh sentral KH Dimyati. Menurut Muttaqi arah dukungan blok Kaliwunggu cenderung pada pasangan Jokowi-Kalla.
“Tetapi sikap resmi para kiai NU baru akan muncul dalam Musker PCNU di Pesantren Edi Mancoro Selasa (27/5) hari ini). Kalau tempatnya di sana (Gedangan Tuntang Ponpes Edi Mancoro) arahnya ya mungkin ke Jokowi,” ungkapnya. 
Secara terpisah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik meminta semua pihak tidak mempolitisasi rencana pertemuan pengurus dan kiai NU di Pondok Pesantren Edi Mancoro sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi-Kalla.
“Ya terus, jangan dikaitkan begitu. Kami Musker di sana (Ponpes Edi Mancoro) karena ingin silaturahmi dengan kiai-kiai sepuh Kabupaten Semarang. Untuk Pilpres kami wait and see,” ujarnya. (tyo/ida)