Apa Makna Kutukan Bani Israil yang Menjadi Kera?

876

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak Kiai Ahmad Izzudin di Radar Semarang yang saya hormati dan dirahmati Allah SWT. Saya pernah mendengar dari tausiyah ustad bahwa pada zaman dahulu Bani Israil pernah dikutuk oleh Allah menjadi seekor kera. Mohon kiranya Bapak Kiai menjelaskan tafsir firman Allah SWT dalam Alquran tersebut yang berbicara tentang kutukan atas Bani Israil sehingga mereka menjadi kera dan apa makna dari peristiwa tersebut? Demikian pertanyaan saya Bapak Kiai, mohon penjelasan dan jawaban Bapak Kiai, terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mahmudi, Srondol (085290237xxx)

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Bapak Mahmudi di Srondol yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas pertanyaan Bapak. Dalam QS. Al-Baqarah [2]: 65-66, Allah SWT berfirman yang artinya, ”dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antara kamu pada hari Sabtu, lalu kami berfirman kepada mereka, ”Jadilah kamu kera yang hina terkutuk.” Maka kami jadikan yang demikian itu penghalang (melakukan yang serupa) bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang bertakwa”.
Hari Sabtu adalah hari yang ditetapkan oleh Allah SWT. Bagi orang-orang Yahudi, sesuai dengan asal-usul mereka sebagai hari ibadah yang bebas dari aktivitas duniawi. Mereka dilarang mengail ikan pada hari itu. Akan tetapi, sebagian dari mereka melanggar dengan cara yang licik. Mereka tidak mengail, tetapi membendung ikan dengan menggali kolam sehingga air bersama ikan masuk ke dalam kolam itu.
Peristiwa ini menurut sementara mufasir terjadi risalah satu desa di Kota Aylah, Palestina. Kemudian setelah hari Sabtu berlalu, mereka mengailnya. Allah SWT, murka terhadap mereka, maka Dia berfirman kepada mereka, ”Jadilah kamu kera yang hina terkutuk.” Perintah ini bukan perintah Bani Israil untuk mereka laksanakan, melainkan perintah taskhir, yakni perintah yang menghasilkan terjadinya sesuatu. Anda ingat firman-Nya, Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ”Jadilah!,“ maka terjadilah ia (QS. Yasin [36]: 82). Tidak jelas, apakah bentuk mereka yang diubah menjadi kera atau hati dan pikiran mereka saja.
Namun yang jelas, kisah ini populer di kalangan mereka sebagaimana diisyaratkan oleh pernyataan ”sesungguhnya kalian telah mengetahui”. Dalam ayat lain dijelaskan bahwa ada di antara mereka yang dijadikan kera dan babi (baca QS. Al-Ma’idah [5]: 60). Betapa pun adanya perbedaan pendapat itu, salah satu yang perlu digarisbawahi adalah binatang yang ditunjuk Allah SWT. Dalam hal ini adalah binatang kera. Kera adalah satu-satunya binatang yang selalu terlihat auratnya karena auratnya memiliki warna yang menonjol dan berbeda dengan seluruh warna kulitnya. Di sisi lain, kera harus dicambuk untuk mengikuti perintah. Demikianlah, sebagian orang Yahudi yang dikecam oleh Allah SWT dalam Alquran. Mereka tidak tunduk dan taat kecuali setelah dijatuhi oleh sanksi atau diperingatkan dengan ancaman.
Pada dasarnya, apa yang terjadi terhadap para pembangkang itu merupakan peringatan yang sangat berharga untuk dihindari oleh mereka yang tidak ditimpa sanksi tersebut, baik yang hidup setelah itu atau generasi berikutnya. Sekaligus, ia merupakan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Sekali lagi, apakah bentuk jasmani mereka yang diubah atau bukan, dewasa ini tidaklah terlalu penting untuk dibuktikan. Dua hal yang pasti adalah akhlak dan cara berpikir mereka tidak lurus.
Oleh karena itu, setelah menjelaskan akibat dan tujuan sanksi Illahi itu, kelompok ini menggambarkan akal bulus dan kelicikan mereka, penyimpangan dan keraguan mereka terhadap Nabi, dan upaya mereka menghindar dari perintah Allah SWT. Demikian jawaban dan penjelasan singkat dari saya, semoga bermanfaat dan barakah. Amin. Wallahu’alam bishshowab. (*/ida/ce1)