Dewan Minta Diperbaiki Ulang

300

UNGARAN-Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Babadan, Ungaran, Kabupaten Semarang, dinilai hanya mementingkan reklamenya saja. Terbukti, konstruksi JPO yang sangat curam tanpa memperhatikan kenyamanan dan keselamatan, bahkan membahayakan para pengguna JPO.
Bahkan, Satlantas Polres Semarang juga telah melakukan kajian dan sudah meminta agar pembangunannya tidak terlalu masuk ke badan jalan. Namun pihak Satlantas belum mengecek hasil akhir pembangunan JPO yang pernah dirobohkan karena tiang-tiangnya patah tertabrak truk.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas’ud Ridwan meminta agar dilakukan kajian dan perbaikan. Jika memang kondisi bangunan JPO membahayakan bagi pengguna, harus dilakukan perbaikan.
“Tujuan pembangunan JPO adalah untuk memudahkan masyarakat penyeberang jalan agar nyaman dan selamat. Selain itu, agar lalulintas jalan raya di jalur utama tidak macet karena lalulintas orang yang menyeberang di jalan,” katanya.
Ditegaskan, fungsi JPO semestinya lebih mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Bukan hanya untuk pemasangan reklame saja. “Anehnya, konstruksi JPO di Pasar Babadan justru tidak nyaman digunakan dan membahayakan. Percuma saja dibuat, tapi tidak maksimal,” tutur Mas’ud menyayangkan, Rabu (28/5) kemarin.
Karena itu, Mas’ud meminta pihak pembangun JPO memperbaiki kembali sehingga dapat berfungsi maksimal. Jika dalam perbaikan tidak memperhatikan fungsi dari JPO, Mas’ud menyarankan agar tidak usah dipasang JPO. (tyo/ida)