JPO Babadan Bahayakan Pengguna

314

UNGARAN-Jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, membahayakan penggunanya. Pasalnya, setelah roboh ditabrak truk dan dibangun kembali, konstruksinya terlalu curam. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari baja tersebut, sudah banyak yang keropos dan berlubang.
Dalam pantauan Radar Semarang, sudut kemirangan tangga JPO hampir 75 derajat. Sehingga ketika akan turun naik JPO, sangat merepotkan dan bisa menyebabkan para penyeberang terjatuh atau terpeleset saat akan turun. Kondisi itu diperparah dengan pegangan pada tangga JPO yang terbuat dari besi, ukurannya terlalu besar sehingga sulit digenggam. Para pengguna jalan pun lebih memilih tidak melewati JPO. Nekat menyeberang jalan cepat Ungaran-Bawen yang arus lalulintasnya cukup padat.
“Baru seminggu JPO ini digunakan, setelah sebelumnya roboh karena ditabrak truk. Tetapi kondisi tangganya sangat curam. Kalau anak-anak muda tidak jadi persoalan menggunakan JPO itu. Tetapi jika orang tua, harus dituntun agar tidak jatuh,” kata juru parkir Pasar Babadan, Aji Santoso, 50, Selasa (27/5) kemarin.
Menurutnya, warga saat ini memilih menyeberang jalan tanpa menggunakan JPO. Karena khawatir terjadi kecelakaan saat menggunakan JPO tersebut. “Namun jika jalan raya itu dicor di tengah dan dipasangi pagar, warga terpaksa naik JPO semua. Kami khawatir orang-orang yang bawa barang ke pasar akan susah naik turun JPO. Selain itu warga khawatir terjatuh dari tangga,” ungkap Aji. 
Giarti, 45, warga Kelurahan Beji, Ungaran Timur juga mengungkapkan hal yang sama. Jika naik turun JPO Babadan cukup merepotkan. Padahal Giarti kerap menggunakan JPO untuk menyeberang jalan dari pemberhentian angkutan menuju ke Pasar Babadan. “Walah susah banget untuk naik turunnya. Apalagi saya bawa barang banyak,” kata Giarti. (tyo/ida)