Kawal Perbaikan Jalan Onggorawe

340

H Nurul Muttaqin, Anggota DPRD Demak Terpilih dari PKB

NURUL Muttaqin berhasil melenggang kembali menjadi anggota DPRD Demak. Dalam pileg 9 April 2014 lalu, ia meraih 9.025 suara dari dapil 3 meliputi Kecamatan Sayung, Karangtengah dan Guntur. Dengan terpilihnya yang bersangkutan menjadi wakil rakyat untuk kali kedua ini, maka ia pun telah diusulkan oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Demak ke DPP PKB di Jakarta untuk menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Demak pada saatnya nanti. Maklum, selain suaranya terbilang paling tinggi di internal PKB, partai tersebut juga peraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif lalu. Dalam penetapan KPUD setempat, PKB mampu meraih 9 kursi di DPRD Demak.  
Dalam dunia politik, pengalaman Nurul Muttaqin cukup banyak. Sebelum menjejakkan kaki di politik, pria kelahiran Demak, 30 Desember 1978 ini mengawali karirnya sebagai guru Madrasah Diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ), guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan guru Madrasah Aliyah (MA) di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung.
Menjadi guru ia jalani sejak 2000 silam. Saat itu, ia masih kuliah di Fakultas Syariah Jurusan Mu’amalah, IAIN Walisongo, Semarang (lulus 2004). Karena itu, setiap hari ia rela bolak-balik Demak-Semarang pulang pergi (PP). Ia harus mengajar sekaligus kuliah. Di sekolah tersebut, ia mengampu pelajaran Bahasa Indonesia dan Fikih. Selama menjadi mahasiswa, Nurul juga berkecimpung di dunia aktivis. Ia pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta menjadi aktivis di PAC GP Ansor, Kecamatan Sayung. Nurul pernah menjadi sekretaris  (2006) dan kemudian meningkat sebagai wakil ketua (2009). Selanjutnya, Nurul aktif juga sebagai kader PKB.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua PAC PKB Sayung (periode 2008-2013). Lalu, sebagai anggota DPRD Demak antarwaktu dari PKB (periode 2011-2014), Sekretaris DPC PKB Demak (2011-2016), Ketua Fraksi PKB dan Ketua Komisi D di DPRD Demak. Setelah terpilih lagi sebagai anggota DPRD Demak periode (2014-2019) tersebut, Nurul bertekad melanjutkan perjuangannya yang telah dilakukan sebelumnya. Untuk infrastruktur jalan misalnya, perhatian utama tertuju pada jalan ruas Onggorawe-Mranggen yang kini sudah mulai rusak akibat banyak kendaraan bertonase lebih melalui jalur alternatif itu.
”Jalan tersebut harus diperbaiki segera. Selain itu, perlu diperlebar. Sebab, kapasitas jalan beton Onggorawe-Mranggen yang sempit sudah tidak mampu menampung laju kendaraan. Jalan makin padat sehingga sulit untuk berpapasan. Jalan ini juga rawan terjadi lakalantas yang menyebabkan pengendara meninggal,” katanya.
Selain itu, Nurul juga berharap penanganan abrasi di pesisir Sayung bisa teratasi segera. Sebab, adanya abrasi dan rob telah mengganggu kehidupan warga maupun pelayanan kantor pemerintahan. ”Butuh sabuk pantai,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, masih perlu memperjuangkan fasilitas sekolah swasta. Menurutnya, sekolah swasta selama ini lebih banyak berjuang sendiri. Berbeda dengan sekolah negeri yang semua fasilitasnya dibantu pemerintah, termasuk gaji untuk guru maupun karyawan. ”Sekolah swasta masih mengandalkan dana BOS. Karena itu, jangan sampai dana BOS ini dihilangkan.”
Untuk bidang kesehatan, Nurul berharap pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas milik pemerintah terus diperbaiki. ”Sejauh ini masih banyak keluhan yang disampaikan warga terkait pelayanan kesehatan ini, termasuk dalam mengurus fasilitas Jamkesmas. Nah, dengan adanya BPJS kita berharap pelayanan kesehatan lebih meningkat lagi dan dipermudah dalam pengurusannya. Kalau bisa semua warga ter-cover BPJS,” kata dia. (hib/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.