Mantan Kasubsi APB Kendal Dituntut 2,5 Tahun

308

MANYARAN — Mantan Kepala Sub Seksi Agama, Pendidikan, dan Budaya (Kasubsi APB) Kabupaten Kendal Ahmad Rikza dituntut pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) dalam kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) 2010. Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal Maliki mengungkapkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider. ”Yakni, pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” bebernya.
Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya merupakan extra ordinary crime yang harus diberantas pemerintah. Selain itu, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan mengakibatkan kerugian negara. ”Adapun hal-hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, mempunyai tanggungan anak dan istri, serta belum pernah dihukum sebelumnya,” katanya.
Atas tuntutuan itu, majelis hakim yang diketuai Jhon Halasan Butar Butar memberi waktu selama 2 minggu bagi terdakwa dan penasihat hukumnya, Agus Surono, untuk melayangkan pembelaan. ”Sidang kembali digelar pada Rabu (11/6) depan dengan agenda pembelaan,” ungkapnya didampingi hakim anggota, Erintuah Damanik dan Agus Priyadi.
Seperti diketahui, korupsi Bansos yang juga menyeret mantan Bupati Kendal Siti Nurmarkesi ini diduga merugikan negara hingga Rp 1,3 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk 336 titik bantuan kegiatan keagamaan. Di antaranya, untuk rehabilitasi masjid dan musala, serta pendidikan berbasis keagamaan. Namun dalam pelaksanaannya, berbagai kegiatan tersebut dinilai fiktif dan tidak sesuai prosedur. (fai/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.