Pemkot Pasang 100 Patok

323

Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh

SEMARANG — Dinas Bina Marga Kota Semarang mulai melakukan pengukuran lahan warga yang akan terdampak proyek pembangunan jalan bawah tanah atau underpass Jatingaleh. Pengukuran dimulai dari pertigaan Jalan Teuku Umar dan Jalan Kesatrian hingga terus ke arah selatan. Hasil pengukuran ini untuk menentukan titik-titik sudut untuk tempat pemasangan patok.
Ada tiga orang petugas dari Dinas Bina Marga Kota Semarang yang kemarin melakukan pengukuran. Mereka sambil membawa alat ukur total station (TS) untuk menentukan titik sudut guna memasang patok. Titik yang sudah diukur lalu diberi tanda silang dan dilingkari dengan cat warna putih. Kemudian nanti akan dipasang patok sebagai tanda batas lahan yang harus dibebaskan.
Agus Setyawan, salah seorang petugas pengukuran dari Dinas Bina Marga Kota Semarang mengatakan, melalui alat TS dalan diketahui ketepatan lahan yang akan dimanfaatkan untuk lahan underpass. ”Akurasi alat TS ini dapat dipertanggungjawabkan, kita bisa menentukan atau mencari titik-titik batas pembebasan lahan. Bisa mencapai ketepatan lahan yang akan dimanfaatkan untuk menentukan lahan pembangunan underpass,” terangnya.

Di depan Pasar Jatingaleh, dengan alat TS ia juga menentukan median jalan yang harus dibongkar. Begitu pula di sisi selatan pasar tersebut menentukan bangunan rumah di pinggir jalan yang harus dibongkar untuk pembebasan lahan underpass.
Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan, Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi, menjelaskan, penentuan titik untuk tempat pemasangan patok ini sudah dilakukan sejak Senin (26/5), dan akan berlangsung hingga selesai. ”Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk proses ini. Alat-alat seperti patok dan cat sudah disiapkan dan kita tinggal melanjutkan saja,” katanya.
Menurutnya, pematokan membutuhkan sedikitnya sekitar 100 patok. Petugas tim pematokan terdiri atas 5 hingga 6 orang, yang mulai bekerja sejak pukul 09.00. ”Kami sudah menentukan titik-titik lahan untuk underpass Jatingaleh, tinggal melanjutkan saja,” tegas Sukardi yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan underpass Jatingaleh Dinas Bina Marga Kota Semarang.
Pengukuran untuk menentukan titik-titik pemasangan patok, lanjutnya, dimulai di sekitar Jalan Teuku Umar depan sebuah rumah makan. Lokasi ini berada di pertigaan Jalan Kesatrian dan Jalan Teuku Umar, lalu ditarik garis lurus ke arah selatan sampai sebelum tanjakan Gombel.
Sebelumnya, Pemkot Semarang sudah melakukan sosialisasi rencana proyek pembangunan underpass Jatingaleh kepada warga terdampak pembebasan lahan di Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik. Diperkirakan ada sebanyak 56 peta bidang yang terkena pembebasan lahan, baik milik warga, BUMD/BUMN maupun swasta. Warga yang tanahnya terkena dampak pembebasan lahan tersebut meminta harga ganti rugi yang sesuai. Namun Pemkot Semarang menegaskan akan melakukan pembayaran ganti rugi sesuai appraisal dan aturan yang berlaku.
Asisten Bidang Pemerintah Setda Kota Semarang, Eko Cahyono, mengatakan, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) tahun 2008, ada 56 peta bidang yang harus dibebaskan. Saat ini belum ada pembahasan tentang kisaran harga ganti rugi lahan yang terkena pembebasan itu. (sgt/jpnn/aro/ce1)