Penyelundup Dituntut 17 Tahun

299

BOYOLALI–Sidang dengan terdakwa Jenetri Ningsih, 26, memasuki agenda pembacaan tuntutan, kemarin (28/5). Terdakwa pembawa narkoba jenis sabu-sabu di Bandara Adi Sumarmo, itu dituntut 17 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Selain itu, terdakwa juga didenda Rp 8 miliar, subsider satu tahun penjara.
Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Boyolali ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Popi Juliyani, dengan anggota Retno Lastiani dan Agus M. Mulyohadi. ”Terdakwa dinyatakan bersalah dan terbukti kedapatan membawa dan menguasai sabu-sabu seberat 946 gram dari Kamboja,” ungkap JPU Retnowati Handayani, dalam tuntutannya.
Dipaparkan, dalam sidang tersebut, mahasiswa S2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini membawa barang terlarang itu dari Kamboja ke Indonesia melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada Sabtu (28/12) sekitar pukul 12.00. Dari keterangan para saksi dalam persidangan, terdakwa telah terbukti kedapatan membawa barang terlarang tersebut di dalam tiga buku yang sengaja dilubangi.
Hal ini sesuai dengan Pasal 112  ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hal yang memberatkan terdakwa, lanjut Retno, yang bersangkutan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Selain itu, dalam persidangan berbelit-belit. Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa seorang mahasiswa dan belum pernah dihukum.
Usai persidangan, penasihat hukum (PH) terdakwa diberika waktu sepekan untuk menyusun pledoi atas tuntutan itu. Sidang dilanjutkan pekan depan pada Rabu (4/6), dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa. Semula PH meminta waktu dua pekan untuk menyusun pledoi, namun majelis hakim hanya memberikan waktu sepekan saja. (wo/un/ida)