Tingkatkan Kemakmuran Nelayan Bonang dan Wedung

413

Nur Wahid, Anggota DPRD Demak Terpilih dari Partai Golkar

NUR Wahid kembali terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD Demak. Ia berhasil memenangi pertarungan di dapil Kecamatan Bonang dan Wedung dengan meraih sebanyak 5.237 suara. Pria kelahiran Demak 8 Oktober 1979 yang sebelumnya mencalonkan diri dari Partai Golkar ini telah cukup lama malang melintang di berbagai organisasi kepemudaan. Di antaranya, pernah berkecimpung di kepengurusan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Malang, aktif sebagai Ketua PAC Ansor Bonang, Lakpesdam NU Demak, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Demak, serta pendiri Yayasan Soko Tunggal Kepitu Abdurrahman Wahid Cabang Demak.
Berbekal pengalamannya di organisasi dan menjadi anggota DPRD Demak periode 2009-2014, Nur Wahid bertekad memperjuangkan masyarakat, khususnya untuk kemakmuran warga di wilayah dapil tempat ia terpilih. Menurutnya, di daerah Bonang dan Wedung, masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai nelayan. Apalagi, kata dia, potensi perikanan dan kelautan di dua wilayah kecamatan tersebut cukup menjanjikan.  
”Perlu diketahui, bahwa hasil ikan tangkap maupun hasil ikan budidaya tambak di Demak termasuk Bonang dan Wedung terbesar di Pantura Jateng. Bahkan, hasil ikan tangkap di Juwana Pati posisinya masih di bawah Demak. Hanya saja, dalam mengelola potensi perikanan ini, pemerintah belum fokus dan cenderung setengah hati,” ujar Wahid, yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD Demak dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.
Dia menambahkan, untuk mengangkat potensi perikanan dan kelautan ini diperlukan fasilitas infrastruktur yang memadai, utamanya sarana prasarana di pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Morodemak, Kecamatan Bonang. ”Mestinya, TPI Morodemak Bonang ini bisa menjadi pelabuhan sentral di Jateng. Sebab, potensinya sangat besar,” katanya.  
Menurut Nur Wahid, sejauh ini penataan sistem perdagangan ikan belum terstruktur secara baik. Artinya, masih ada peluang dimonopoli pihak tertentu sehingga berdampak pada rendahnya harga jual ikan di tingkat nelayan. Karena itu, kata dia, pemerintah harus turut andil secara maksimal dalam jual beli ikan di Pantai Morodemak tersebut.
”Saya upayakan ke depan bisa terbentuk wadah forum nelayan yang dibimbing langsung pemerintah. Kita juga menginginkan ada bank khusus nelayan, sehingga semua transaksi nelayan bisa ter-cover dan terkelola dengan baik,” jelasnya.
Terkait dengan infrastruktur, Nur Wahid meminta jalur lalu lintas perdagangan ikan di Morodemak Bonang harus dibangun standar agar kuat menahan laju truk-truk besar yang mengangkut ikan. ”Dengan jalan yang baik, maka diharapkan bisa menunjang Morodemak sebagai sentral pasar ikan terbesar di Jateng. Dengan begitu, pedagang ikan dari daerah lain bisa berbelanja ikan di Demak.”
Selain memperjuangkan sentral pasar ikan, program lain yang perlu diangkat adalah menjadikan Bonang sebagai kawasan wisata, baik wisata pantai maupun sejarah. (hib/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.