Ribuan Wisatawan Padati Gedongsongo

270

BANDUNGAN-Tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang meningkat tajam pada musim liburan bulan ini. Tercatat ada ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Semarang. Utamanya di Candi Gedongsongo Bandungan.
Naiknya tingkat kunjungan wisatawan ini turut mendongkrak okupansi (tingkat hunian) hotel di Kabupaten Semarang. Namun arus lalulintas di kawasan wisata juga semakin tersendat.
Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Semarang, Partono, wisatawan sudah mulai memadati objek wisata milik pemerintah dan swasta sejak awal pekan ini. Namun semakin mendekati week end jumlah wisatawan terus bertambah secara signifikan.
“Paling banyak di Gedongsongo Bandungan, yakni per hari mencapai 2000 hingga 2500 wisatawan lokal berkunjung ke sana. Sedangkan asing baru kisaran 100 wisatawan saja setiap harinya,” kata Partono, Jumat (30/5) siang kemarin.
Menurutnya, pada hari normal jumlah pengunjung lokal hanya sekitar 1000 orang per hari dan wisatawan manca 10 orang saja. Jadi kenaikan tingkat kunjungannya sangat tinggi. “Sedangkan objek wisata lainnya peningkatannya hanya 50 persen saja,” tuturnya.
Partono mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan sejumlah destinasi wisata. Sehingga tingkat kunjungan wisata akan terus meningkat setiap tahunnya. “Kami terus meningkatkan pelayanan, fasilitas dan keamanan pada objek wisata di Kabupaten Semarang,” katanya.
Terpisah Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang, Sumardi Damarji mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan juga mempengaruhi tingkat hunian hotel di Kabupaten Semarang. Bahkan tingkat hunian hotel mencapai 70 persen dibandingkan hari normal. Sedangkan untuk hotel kelas melati, tingkat hunian justri lebih tinggi yakni mencapai 90 persen.
“Hari biasa, okupansi hotel di Kabupaten Semarang 25-30 persen saja dari jumlah kamar yang ada. Tetapi jika musim liburan panjang, tingkat hunian meningkat 70 persen bahkan hotel melati mencapai 90 persen,” tuturnya.
Ramainya sejumlah tempat wisata juga memberikan berkah bagi masyarakat sekitar objek wisata. Masyarakat mendapatkan penghasilan dari berjualan dan jasa kuda. (tyo/ida)