Buku Pancasila Bingkai Hukum Negara Dilaunching

372
LAUNCHING: ’Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’ resmi di-launching di Rinjani View Semarang, kemarin malam. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)
LAUNCHING: ’Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’ resmi di-launching di Rinjani View Semarang, kemarin malam. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)
LAUNCHING: ’Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’ resmi di-launching di Rinjani View Semarang, kemarin malam. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri hanya segelintir dari persoalan-persoalan para penguasa yang memanfaatkan hukum untuk menyerang lawannya. Para penyelenggara negara dan penegak hukum telah kehilangan spirit kesatria. Kehormatan sebagai pusat teladan pupus ketika mencelakakan pihak lain atas nama hukum.

Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia kehilangan jati dirnya. Hukum dan politik yang menjadi landasan dalam bernegara telah karut-marut. Menurut Bernard L Tanya, fenomena ini terjadi lantaran Pancasila sudah tidak lagi menjadi ideologi negara. Melihat hal itu, Bernard bersama dua rekannya, Theodorus Yosep Parera dan Samuel F Lena menggarap buku bertajuk ’Pancasila Bingkai Hukum Negara’.

Buku ini lahir ketika Bernard merasakan kerisauan mengenai praktik hukum dan pemerintahan selama ini. Mereka cenderung menggunakan pola orientasi ilmiah yang diadopsi dari teori-teori dari luar negeri. Entah merasa atau tidak, sebenarnya peraturan-peraturan adopsi itu justru merusak moral Indonesia.

”Teori-teori itu mendikte susunan hukum agar kita mengikuti kemauan pihak-pihak asing yang punya kepentingan. Mengapa harus repot-repot mencari referensi dari luar. Kita sudah punya Pancasila yang menjadi patokan penegakan hukum dan peraturan,” katanya di sela-sela launching sekaligus bedah buku ’Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’ di Rinjani View Semarang, kemarin.

Melihat para kesatria yang mulai melenceng dari benang merah Pancasila, pengarang jadi terusik untuk menggali mutiara kelima sila tersebut. Lain dari buku-buku yang membahas sila-sila saja, ’Pancasila Bingkai Hukum Indonesia’ ini lebih menyadarkan pembaca mengenai latar belakang lahirnya Pancasila.

Menurut pengarang, Pancasila hadir untuk merawat Indonesia agar setiap warga negara merasa nyaman, damai, dan tenteram. Jika memang itu yang menjadi misi dasar, berarti ada sesuatu yang mengontrol gerak-gerik politik kenegaraan agar lebih kondusif.

”Ada delapan poin yang harus dibingkai dalam Pancasila. Yang pertama adalah visi-misinya. Dulu, Soekarno datang menawarkan dasar negara dengan Pacasila ketika penduduk Indonesia menyuarakan keinginan mereka. Dari agama, nasional, federal, pedagang, petani, dan lain-lain yang berujung deadlock,” paparnya. (mg16/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.