Lamban, Penanganan Korupsi di Salatiga

449

SALATIGA – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Salatiga menggelar aksi demonstrasi terkait lambatnya penanganan sejumlah kasus korupsi di Salatiga, Kamis (29/1). Aksi dilakukan di Mapolres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga. Aksi tersebut diawali dengan konvoi kendaraan dari kampus STAIN Salatiga sekitar pukul 10.00.

Dengan menggunakan belasan sepeda motor, massa mendatangi mapolres. Di sana, gerbang mapolres telah ditutup dan bersiaga puluhan polisi. Mayoritas yang berada di depan adalah para anggota polwan.

Dalam aksinya massa HMI menuntut transparansi penanganan kasus korupsi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), Selasar Kartini serta Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Salatiga. “Kalau di Mabes Polri, kasus bisa cepat penetapan tersangka, seharusnya demikian pula di Polres Salatiga,” ujar salah satu pendemo sembari menyitir polemik kasus yang sedang hangat di Jakarta.

Usai berorasi, pihak polres melalui kasat intel menyatakan terimakasih atas masukkannya. Massa kemudian menuju bundaran Tamansari dan kembali berorasi. Setelah puas, massa bergerak menuju kantor Kejari Salatiga yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.

Ketua HMI Cabang Salatiga, M Eko Prasetyo, mengatakan, sejauh ini pihaknya menilai aparat berwenang terkesan lambat dalam menangani sejumlah kasus korupsi di Salatiga yang menimbulkan kerugian negara puluhan miliar rupiah.

“Kami meminta agar Kejari Salatiga transparan dan serius dalam menangani sejumlah kasus korupsi. Yang ada dalam catatan kami, sejumlah kasus seperti Gedung IGD RSUD pada 2013 dengan nilai Rp1,09 miliar; LPJU pada 2009 dengan nilai Rp9,8 miliar dan Selasar Kartini pada 2012 dengan nilai Rp10 miliar. Semua ini harus segera dituntaskan dan kami belum melihat ada keseriusan kejari dalam hal ini,” tandas Eko.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Salatiga, Darmo Wijoyo, yang menemui perwakilan kader HMI di ruang pertemuan Kantor Kejari Salatiga mengatakan, pihaknya saat ini sedang dalam proses menangani sejumlah kasus tersebut. Darmo menjelaskan tindak lanjut penanganan sejumlah kasus korupsi kepada perwakilan kader HMI. “Kami dari awal sudah berkomitmen untuk menyelesaikan semua kasus yang kami tangani. Termasuk kasus Selasar Kartini, IGD RSUD dan LPJU. Semua ada tahapan yang harus dilalui,” terang Darmo.(sas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.