Pangdam IV-Gubernur Teken MoU

376
COBA TRAKTOR : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono mencoba traktor untuk mengolah lahan sawah di Desa Gelagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (15/1) lalu. (PENDAM IV DIPONEGORO)
COBA TRAKTOR : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono mencoba traktor untuk mengolah lahan sawah di Desa Gelagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (15/1) lalu. (PENDAM IV DIPONEGORO)
COBA TRAKTOR : Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono mencoba traktor untuk mengolah lahan sawah di Desa Gelagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (15/1) lalu. (PENDAM IV DIPONEGORO)

KLATEN-Permasalahan pertanian yang dihadapi Indonesia, sangat banyak. Di antaranya, masalah irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian, dan penyuluhan. Karena itulah, Departemen Pertanian akan menyelesaikan masalah pertanian dalam jangka waktu satu tahun dengan optimalisasi lahan seluas 33 ribu hektare, pupuk gratis, alat pertanian (hand traktor, transplanter) gratis dan fasilitas lainnya.

“Sehingga dalam waktu 3 tahun ke depan akan mencapai swasembada pangan,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat menyaksikan acara penandatangan MoU tentang peningkatan swasembada pangan di Jawa Tengah antara Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng dengan Kodam IV/Diponegoro yang berlangsung di Desa Gelagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (15/1) lalu. Hadir pada acara tersebut kepala Bappeda, kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BP3), pejabat terkait di wilayah Jateng, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jateng serta para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Terkait masalah pertanian di wilayah Klaten, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman meminta Bupati Klaten, Sunarno agar menanami 3.000 hektare lahan pertanian ditanami bibit beras Raja Lele.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono dalam sambutannya menjelaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan tindaklanjut dari perintah Presiden RI Joko Widodo dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan Nasional. Dalam menyukseskan program ini, diperlukan kerjasama sinergis antara Kodam IV/Diponegoro dengan Pemda, instansi terkait, para akademisi, stakeholder dan seluruh elemen masyarakat. “Dengan kerjasama ini, sebagian besar Jawa Tengah akan dapat ditingkatkan potensi sumber daya wilayahnya, khususnya dalam produksi pangan,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kondisi wilayah Jateng masih sangat potensial untuk mengembangkan Program Swasembada Pangan. Mengingat beberapa wilayah tertentu merupakan penghasil bahan pangan yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan produksi. Meskipun keberhasilan ini belum secara menyeluruh diikuti oleh wilayah lain.

“Tugas kita adalah meningkatkan perolehan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Saya optimistis dengan kerjasama yang sudah terjalin selama ini, pencapaian hasil yang maksimal akan dapat diwujudkan,” jelas Mayjen TNI Bayu Purwiyono.

Pada kempatan tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada TNI atas dukungan swasembada pangan lewat penandatanganan MoU tersebut. “Target tanaman padi Raja Lele per hektare 8 ton. Sedangkan target produksi dalam jangka waktu 3 tahun menuju swasembada pangan didukung dengan tanaman holtikultura seperti mangga, durian dan lainnya. Maka pertanian ini akan lebih terpadu,” tuturnya. (pen/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.