PTT Minta Jadi PNS

370
INGIN JADI PNS : Salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo kemarin. (Mahfudz alimin / radar semarang)
INGIN JADI PNS : Salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo kemarin. (Mahfudz alimin / radar semarang)
INGIN JADI PNS : Salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo kemarin. (Mahfudz alimin / radar semarang)

BATANG – Gaji bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemkab Batang per Januari 2015 dinaikkan. Meski demikian sebagian PTT justru mengharapkan untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebelum kenaikan, gaji PTT di Pemkab Batang mencapai Rp 850 ribu per bulan. Mulai bulan Januari ini gaji tersebut dinaikkan hingga Rp 400 ribu. Namun kenaikan tersebut belum cukup membuat sebagian PTT tersenyum lebar. Salah satunya seperti dikatakan PTT bernama Irham, yang bertugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang. Ia mengaku senang dengan adanya kenaikan gaji tersebut, namun ia lebih mengharapkan agar bisa diangkat sebagai PNS.

“Terima kasih atas kenaikan gaji ini, hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian Bupati terhadap PTT. Namun kami juga berharap untuk jadi PNS,” kata Irham dalam sosialisasi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang berlangsung di kantor DPPKAD Kamis (29/1) lalu.

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo menanggapi hal tersebut. Namun pihaknya belum bisa mewujudkan permintaan tersebut. Karena perbandingan belanja langsung dan tak langsung di APBD Batang masih belum berimbang. “Nanti kalau perbandingan belanja langsung dan tidak langsung kita sudah mencapai 50:50 kita akan mengadakan CPNS sendiri dan akan mengutamakan mengangkat PTT, dengan catatan sesuai prosedur,” kata Bupati.

Ia mengatakan bahwa menaikkan gaji sebesar Rp 400 ribu tidak mudah, mengingat banyaknya kebutuhan pemerintah yang arus dipenuhi. Namun ia menyadari bahwa gaji PTT di Pemkab Batang memang jauh dari Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). “Selama ini memang gaji PTT belum setara UMK, maka dari itu kami terus mengupayakan itu (kenaikan gaji,Red). Dan 3 tahun ke depan PTT menjadi tanggung jawab saya. Karena kita juga menyadari naiknya PAD kita hingga 60 persen tak luput dari usaha PTT,” tegas Yoyok. (mg12/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.