DBD Serang Sumberan, Satu Meninggal

374
FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Wonosobo melakukan pengasapan di Kampung Sumberan Kelurahan Wonosobo Barat setelah ditemui adanya beberapa warga yang terjangkit DBD. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Wonosobo melakukan pengasapan di Kampung Sumberan Kelurahan Wonosobo Barat setelah ditemui adanya beberapa warga yang terjangkit DBD. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Wonosobo melakukan pengasapan di Kampung Sumberan Kelurahan Wonosobo Barat setelah ditemui adanya beberapa warga yang terjangkit DBD. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Persebaran nyamuk Aedes Aegypti di Kampung Sumberan, Kelurahan Wonosobo Barat patut diwaspadai. Pasalnya, hasil survei menemukan nyamuk penyebar virus penyebab demam berdarah dengue (DBD) di kampung ini.

Tak hanya itu, di kampung ini juga ada 8 warga yang dirawat di rumah sakit setelah mengalami gejala DBD. Bahkan seorang diantaranya, Selasa (27/1) lalu tak bisa diselamatkan nyawanya.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Darwoto, pihaknya selama dua hari berturut-turut melakukan survei di 78 rumah di Kampung Sumberan. Dari hasil survei, sedikitnya 21 rumah ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti. “Awal pekan ini, kami mendapatkan laporan ada seorang anak meninggal diduga karena DBD, kami langsung lakukan survei,” katanya.

Selain adanya laporan anak meninggal diduga akibat menderita DBD, kata Darwoto, sedikitnya 8 orang warga setempat juga dirawat di rumah sakit dengan indikasi gejala terserang DBD. Untuk itu, Jumat (30/1) pagi dan sore Dinkes melakukan pengasapan (fogging) sebagai salah satu cara dalam menekan persebaran lokal demam berdarah.

“Selain pengasapan, tentu kami mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak memudahkan adanya sarang nyamuk,” katanya.

Dijelaskan Darwoto, pengasapan ditempuh untuk mengantisipasi merebaknya kasus DBD, serta mencegah agar tidak sampai terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD. Pengasapan bakal digelar dalam dua siklus. Setelah siklus pertama selesai, pihaknya akan melanjutkannya pada Jumat (6/2) pekan depan. Pada setiap siklusnya, petugas akan menggelar pengasapan dua kali, yaitu pada pukul 06.30 – 09.00 WIB, dan sore hari mulai pukul 15.30 sampai 18.00 WIB.

“Kawasan Kampung Sumberan Selatan dan Barat akan kami lakukan fogging secara rutin,” katanya

Camat Wonosobo Faisal RB mengaku cukup lega dengan pengasapan ini. Ia memang sengaja menghubungi Dinas Kesehatan begitu mendengar adanya kejadian dirawatnya 8 warga Sumberan di RS akibat dugaan DBD. Meski telah diasapi, Faisal tetap mengimbau warga masyarakat Sumberan untuk memberantas sarang nyamuk.

“Fogging hanya dapat membasmi mata rantai nyamuk dewasa, namun tidak tertutup kemungkinan benih nyamuk dapat terus berkembang seiring perubahan cuaca yang belakangan tidak menentu,” katanya.

Karena itu, ujar pria berkacamata ini, warga setempat tetap diminta untuk melakukan antisipasi dengan membersihkan genangan-genangan air seperti di vas bunga, bak mandi, hingga tempat minum burung yang ada di rumah mereka masing-masing. Gerakan pencegahan dan antisipsi DBD dengan 3 M, yakni menutup penampungan air, mengubur barang bekas dan menguras penampungan air secara rutin.

“Selain itu, masyarakat juga diharapkan proaktif untuk segera melaporkan jika di lingkungannya terdapat warga yang mengalami gejala demam berdarah,” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.