Jangan Tebang Pilih Usut Penambangan

407
BERAT : Seorang penambang manual sedang mengangkut batu dari bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BERAT : Seorang penambang manual sedang mengangkut batu dari bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BERAT : Seorang penambang manual sedang mengangkut batu dari bantaran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Sejumlah warga di wilayah lereng Gunung Merapi mengaku mendapati beberapa alat berat yang masih beroperasi di lapangan. Mereka menuntut supaya polisi tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan.

Seperti yang diungkapkan Asrofi, 32, warga Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Menurutnya beberapa lokasi yang saat ini masih melakukan kegiatan penambangan yaitu di wilayah Kemiren dan Kaliurang, Srumbung. Di wilayah tersebut, ada sekitar tujuh alat berat yang menyebar di lokasi Bego Pendem (2 alat berat), lokasi Watu Gede (2), lokasi Kelapa Mas (1), lokasi Elpenta (1), dan di Dusun Cabe, Srumbung (2).

Slamet salah satu penambang manual mengatakan penambangan ilegal dengan alat berat masih terus terjadi. Aksi tangkap tangan Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah ternyata tidak membuat para penambang jera.

”Tidak menyurutkan penambangan ilegal untuk tetap beroperasi. Di wilayah Kecamatan Srumbung kegiatan penambangan dengan alat berat masih normal dan berjalan seperti biasa, seolah tidak terusik oleh ancaman dari polda tersebut,” paparnya.
Dia juga menyebut ada perebutan wilayah antara penambang alat berat dengan penambang manual. Menurutnya, sempat terjadi ketegangan antara penambang manual dengan pengelola alat berat di lokasi Bego Pendem.

Ketua Serikat Buruh Slenggrong “Punokawan”, Fahktul Mujib menjelaskan, pihaknya telah mengajukan izin tambang manual, di wilayah Bego Pendem. Akan tetapi, kata dia, hingga saat ini prosesnya belum selesai dan izin belum turun sehingga pihaknya tidak dapat berbuat banyak.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu penerbitan izin. Namun demikian, jika para pengusaha masih terus berusaha menggusur lokasi tambang manual, pihaknya tetap mempertahankan lokasi wilayah Bego Pendem.
”Lokasi tersebut adalah ladang tempat bekerja teman-teman,” katanya.

Terpisah, Kapolres Magelang, AKBP Rifki menjelaskan pihaknya berupaya untuk merazia dan tidak memberi ampun pada alat berat yang beroperasi.

”Tidak ada ampun bagi alat berat yang beroperasi. Tidak boleh, dan kami juga perlu tahu titiknya di mana saja agar kami bisa melakukan razia. Tidak ada kucing-kucingan,” tegas Rifki. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.