Pabrik Terbakar, Kerugian Rp 1 M

715
TERBAKAR: Pabrik furnitur PT Cahaya Murni Central Java di Kawasan Industri Terboyo, Genuk yang ludes terbakar kemarin. (bawah) Petugas dan warga berjibaku memadamkan kobaran api. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERBAKAR: Pabrik furnitur PT Cahaya Murni Central Java di Kawasan Industri Terboyo, Genuk yang ludes terbakar kemarin. (bawah) Petugas dan warga berjibaku memadamkan kobaran api. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
TERBAKAR: Pabrik furnitur PT Cahaya Murni Central Java di Kawasan Industri Terboyo, Genuk yang ludes terbakar kemarin. (bawah) Petugas dan warga berjibaku memadamkan kobaran api. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

KEBAKARAN KALIGAWE-ADIT (7)WEB

GENUK – Pabrik furnitur dan alat rumah tangga PT Cahaya Murni Central Java (CMCJ), di Kawasan Industri Terboyo, Genuk, Semarang, ludes terbakar, Jumat (30/1) siang. Kurang lebih lima jam, api baru berhasil dipadamkan. Puluhan petugas dari Dinas Kebakaran Kota Semarang berjibaku menjinakkan kobaran api yang membakar pabrik sekaligus gudang produk furnitur merek Napoli tersebut. Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan, namun api tetap saja menjilat-jilat hebat.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran yang diketahui sekitar pukul 12.35 itu membuat ratusan karyawan pabrik di kawasan Kawasan Industri Terboyo itu panik. Mereka berlarian menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang berharga yang bisa diselamatkan dari amukan di jago merah. Praktis, aktivitas kerja di pabrik tersebut langsung terhenti total.

”Tiba-tiba ada asap hitam. Saat dicek api sudah membesar,” kata saksi mata, Ali Mukhlisin, 29, warga Temuloso RT 1 RW 2 Demak, karyawan pabrik sepeda CV Tri Tunggal Jaya yang lokasinya berdempetan dengan pabrik PT CMJT.

Dikatakan Ali, begitu tahu ada kebakaran, para karyawan berhamburan keluar sembari menyelamatkan sepeda motor, dan sejumlah barang berharga dari dalam pabrik. ”Kondisinya sudah panik. Ada yang mengeluarkan kasur, springbed, ada yang menyelamatkan motor,” ujarnya.

Menurut Ali, kebakaran tersebut terjadi saat jam istirahat. Sebagian karyawan pergi untuk menunaikan salat Jumat. ”Sebagian ada yang berada di dalam pabrik. Tahu-tahu ada api dan sudah membesar,” katanya.

Kobaran api melahap begitu cepat. Sebab, pabrik tersebut berisi bahan-bahan yang mudah terbakar. Di antaranya, springbed, kursi plastik, busa, kardus, dan lemari belajar yang terbuat dari plastik. ”Pabrik tersebut penyedia peralatan rumah tangga,” ujarnya.

Tidak hanya karyawan pabrik PT CMJT yang kalang kabut, tapi karyawan pabrik sepeda CV Tri Tunggal Jaya yang lokasinya berdempeten juga tak kalah paniknya. ”Jarak pabrik kami hanya setengah 5 meter, kami takut kalau api merembet. Tapi sudah bisa ditangani,” katanya lega.

Salah satu pekerja pabrik PT CMJT, Supri Anton, 31, mengaku terenyak. Saat itu, ia sedang istirahat di lantai 1 tempat produksi sofa. ”Tiba-tiba terdengar suara percikan api, saat saya cek ada asap hitam diikuti api. Tidak sampai 10 menit, api sudah berkobar besar,” ujarnya.

Sedikitnya ada tiga ruang yang digunakan sebagai gudang furnitur hasil produk bermerek Napoli itu. Namun menurut Supri, api muncul kali pertama di ruang produksi yang berada di bagian belakang pabrik. Dia menduga, api berasal dari blower yang terlalu panas.

”Mungkin blower-nya terlalu panas, lalu menimbulkan percikan api dan menyambar barang-barang yang mudah terbakar seperti sofa yang ada di ruangan tersebut,” ungkap Supri.

Kebakaran tersebut membuat gempar warga sekitar. Sebab, asap hitam tebal membumbung tinggi hingga bisa dilihat dari jarak belasan kilometer. Ratusan warga tampak berbondong-bondong di lokasi kejadian untuk melihat proses evakuasi dari dekat.

Kapolsek Genuk Kompol Ifan Taufik ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya mengaku masih terus menggali sejumlah keterangan saksi. ”Tidak ada korban jiwa. Kami tunggu proses pemadaman, nanti kami beri police line. Penyebab kebakaran masih kami selidiki,” katanya.

Dijelaskannya, telah dilakukan strerilisasi bekerja sama dengan petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang, PLN, TNI, BPBD Kota Semarang dan pihak-pihak terkait. Mengenai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.

Hingga pukul 17.00 kemarin, api sudah berhasil dipadamkan. Namun puluhan petugas dari Dinas Kebakaran Kota Semarang masih di lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan berjaga-jaga jika terjadi kebakaran susulan. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.