Pemkot Resmi Ganti Logo Baru

440
LOGO BARU : Launching logo baru dihadiri perwakilan masyarakat, perusahaan swasta dan sekolah di kantor Wali Kota Pekalongan, Jumat (30/1) pagi kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
LOGO BARU : Launching logo baru dihadiri perwakilan masyarakat, perusahaan swasta dan sekolah di kantor Wali Kota Pekalongan, Jumat (30/1) pagi kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
LOGO BARU : Launching logo baru dihadiri perwakilan masyarakat, perusahaan swasta dan sekolah di kantor Wali Kota Pekalongan, Jumat (30/1) pagi kemarin. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah resmi mengganti logonya. Setelah dilakukan launching yang digelar di kantor Wali Kota Pekalongan, Jumat (30/1) pagi kemarin.

Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad, menyampaikan bahwa ‎acara launching itu bersamaan dengan sosialisasi logo baru sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2014. “Kami tidak menganggarkan uang dari APBD murni 2015. Semua ini (kaos sosialisasi, red) berasal dari klonengan (iuran bareng, red) semua SKPD. Pihak swasta dan masyarakat jika ingin memakai kaos, bisa menggunakan dana pribadi,” ujar Basyir.

Basyir menambahkan, setiap pegawai Pemkot yang hendak menggunakan logo baru pada emblem di pakaian dinas, dipersilahkan membayar sendiri. “Murah kok, paling cuma Rp 3 ribu saja per emblem,” tutur Basyir.

Kendati demikian, dalam proses pembuatan logo tetap menggunakan APBD 2014 lalu. “Penyaringan logo baru berasal dari lomba, lantas dilakukan public hearing sampai pengajuan ke DPRD untuk di-Perda-kan. Anggarannya hanya Rp 200 jutaan yang diambil dari alokasi Bappeda Kota Pekalongan,” terang Basyir.

Ditambahkan Basyir, Pemkot juga tidak menargetkan mengganti seluruh logo lama yang telah melekat sebelumnya dengan segera. “Nanti akan kami ganti secara bertahap. Misalnya kop surat yang sudah terlanjur dicetak, akan diganti setelah kertasnya habis. Juga seperti seragam dan lain-lainnya menyesuaikan,” jelas dia.

Melalui logo itu, Basyir berharap bisa mengubah mindset masyarakat yang masih menganggap pemerintah adalah pemilik kekuasaan. “Kami ingin mengubah mindset bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat. Logo ini juga tidak hanya milik pemerintah kota, tapi milik seluruh masyarakat,” pungkas Basyir. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.