Sekolah Belum Siap Unas Online

355

CANDISARI – Sebanyak 10 SMA dan SMP di Kota Semarang dinominasikan akan melaksanakan ujian (unas) menggunakan sistem computer based test (CBT) atau online. Namun sejauh ini, ke-10 sekolah tersebut belum semuanya siap. Hal ini dikatakan Kabid Monitoring dan Pengembangan (Monbang) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Taufik Hidayat.

Kesepuluh sekolah yang akan menjadi pilot project unas online di Kota Semarang tersebut adalah SMA Karangturi, SMAN 1 Semarang, SMAN 2 Semarang, SMAN 3 Semarang, SMAN 4 Semarang, SMA Theresiana 1 dan SMA Kesatrian 1. Sedangkan untuk SMP adalah SMPN 2 Semarang, SMPN 5 Semarang dan SMPN 21 Semarang.

”Menurut saya, sekolah piloting untuk melaksanakan unas online akan terkendala masalah persyaratan sarana dan prasarana. Karena persyaratan untuk dapat memenuhi kriteria yang dimaksud sangat banyak,” kata Taufik kepada Radar Semarang, Jumat (30/1).

Dikatakan, persyaratan sekolah untuk mengadakan unas online, di antaranya harus tersedia petugas di laboratorium komputer (Laboran), dapat menyediakan komputer client di sekolah yang jumlahnya sebanding dengan jumlah peserta unas dengan perbandingan 1 komputer untuk 3 peserta ujian.

Dijelaskan, client merupakan komputer dalam jaringan yang menggunakan sumber daya yang disediakan oleh server. Lebih jelasnya, kata dia, client adalah pemakai layanan. Selain itu, sekolah yang menjadi piloting unas online harus dapat menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi seperti yang ditentukan oleh Kemendikbud.

”Untuk jumlah komputer, misalnya jumlah peserta unas 120 orang, maka jumlah komputer yang harus tersedia minimal 40 unit. Sedangkan untuk spesifikasi komputer, sekolah harus dapat menyediakan server yang meliputi PC atau komputer dekstop (bukan laptop), processor harus Xeon atau I.5, Ram PC harus 4 Gigabite, kapasitas hardisk minimal 250 gigabite, operasional sistem harus Windows Server atau windows 7, dan UPS,” beber Taufik.

Sementara untuk client, lanjut dia, processor minimal harus Intel Pentium 4, RAM sebesar 512 megabite, operasional sistem minimal Windows Xp, serta web browser harus Chrome atau Mozzila Firefox maupun Xambro. Persyaratan yang lain, kata Taufik, yakni jaringan internet dengan bandwith minimal 1 megabitepersecon (Mbps) serta jaringan area lokal (Local Area Network-LAN) 1 server maksimal untuk 25 client.

”Apabila tidak dapat dipenuhi, maka bisa 1 server maksimal untuk 40 client. Dengan persyaratan yang sedemikian rupa, sepertinya banyak sekolah yang nantinya akan mengalami kendala, meski nanti masing-masing sekolah akan divalidasi persyaratan tersebut oleh pihak Kemendikbud secara langsung,” katanya.

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sutarto, mengatakan, beberapa sekolah yang dinominasikan melaksanakan unas online berdasarkan Surat Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemdikbud Nomor 0059/H4/TU/2015 tertanggal 19 Januari 2015 perihal ujian CBT. Sekolah yang masuk dalam nominasi unas online nantinya akan dilakukan pemvalidasian oleh Kemendikbud.

”Untuk kapan waktu pemvalidasiannya, kita belum menerima surat resmi dari Kemendikbud. Untuk jumlah sekolah yang dinominasikan melaksanakan unas menggunakan sistem CBT di Kota Semarang, yakni 7 SMA dan 3 SMP 3, sedangkan untuk SMK dan SD belum ada yang dinominasikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Semarang, Kastri Wahyuni, mengakui jika hingga kini pihaknya belum siap melaksanakan unas online. Hal tersebut dikarenakan fasilitas yang menjadi standar pelaksanaan unas model ini masih terlalu tinggi. ”Spesifikasi komputer yang ada di sekolah kami masih belum dapat memenuhi apa yang menjadi standar pelaksanaan unas model CBT sebagaimana yang diinstruksikan oleh Kemendikbud. Selain itu, jumlah komputer yang ada juga masih jauh dari jumlah siswa kami,” kata Kastri.

Dikatakan, pihaknya kini hanya memiliki dua laboratorium komputer, di mana masing-masing laboratorium hanya terisi 20 komputer, sementara syarat melaksanakan unas online, satu komputer diharuskan dapat meng-cover siswa maksimal 3 orang. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.