Belum Sebulan, Saluran Ambles

328
AMBLES: Saluran yang berada di bawah badan Jalan Kartini mengalami ambles. Kemarin titik ambles telah dilakukan pembongkaran. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
AMBLES: Saluran yang berada di bawah badan Jalan Kartini mengalami ambles. Kemarin titik ambles telah dilakukan pembongkaran. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
AMBLES: Saluran yang berada di bawah badan Jalan Kartini mengalami ambles. Kemarin titik ambles telah dilakukan pembongkaran. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

SARIREJO – Pembangunan saluran air atau drainase yang berada di Jalan Kartini mengalami ambles. Diduga, amblesnya bangunan ini lantaran usia beton belum cukup umur dan sudah dilintasi kendaraan.

Dari pantauan Radar Semarang di lapangan, Minggu, (1/2) kemarin diatas bangunan drinase yang mengalami ambles telah dibongkar. Sebelumnya, petugas menutup akses tersebut menggunakan tiga drum dan mengaitkan pita antara drum satu dengan yang lain agar tidak dilalui kendaraan. Pengendara diminta mencari jalur lain. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut sedikit terganggu.

Bangunan saluran air berukuran 9×9 meter dengan kedalaman 4 meter. Saluran itu dibangun mulai Juli-Desember 2014 atau 150 hari. Pembangunannya dianggarkan melalui APBD perubahan 2014 sebesar Rp 2 miliar. Proyek tersebut satu paket pekerjaan dengan pembangunan rumah pompa di Kartini.

Kasi Rumah Pompa PSDA ESDM Kota Semarang, Widjanarko mengakui jalan yang bawahnya terdapat saluran air mengalami ambles. Amblesnya bangunan tersebut dikarenakan usia beton belum mencapai 28 hari. Namun pihak pelaksana telah membuka jalan itu dalam waktu 8 hari setelah pembetonan.

”Akibatnya beton yang usianya belum matang menjadi mudah rusak. Sehingga beton penyangga gelagar itu juga ikut meleset. Apalagi jenis tanah di situ juga merupakan berpasir. Sehingga mudah ambles,” ungkapnya.

Menurutnya, perbaikan jalan tersebut akan dilakukan kontraktor karena masih dalam masa perawatan selama 6 bulan pasca proyek selesai. ”Saat ini pihak pelaksana proyek masih melakukan nego terkait bahan besi IWF-nya untuk mengganti penyangga beton. Pelaksana proyek juga mengaku sanggup mengerjakan dalam waktu tiga hari,” terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso menegaskan kepada pihak pelaksana proyek segera melakukan perbaikan. Pihaknya juga mengimbau kepada PSDA ESDM dan pelaksana proyek untuk melakukan kajian akan amblesnya konstruksi saluran air tersebut.

”Nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan komisi C untuk mengundang dua pihak itu untuk memberikan penjelasan terkait amblesnya konstruksi jalan tersebut. Kami nantinya juga akan terus mengawasi perbaikan terhadap bangunan itu,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.