Ditemukan Apel Berlapis Lilin

311
PERIKSA : Kepala Disperindag Pemkab Brebes mengecek satu persatu buah apel impor di sejumlah pasar menyusul kabar adanya cemaran bakteri berbahaya. (ISMAIL FUAD/RADAR BREBES/JPNN)
PERIKSA : Kepala Disperindag Pemkab Brebes mengecek satu persatu buah apel impor di sejumlah pasar menyusul kabar adanya cemaran bakteri berbahaya. (ISMAIL FUAD/RADAR BREBES/JPNN)
PERIKSA : Kepala Disperindag Pemkab Brebes mengecek satu persatu buah apel impor di sejumlah pasar menyusul kabar adanya cemaran bakteri berbahaya. (ISMAIL FUAD/RADAR BREBES/JPNN)

BREBES-Selain mendapati apel impor asal Amerika Serikat yang diduga mengandung bakteri berbahaya, razia Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Brebes juga mendapati ada apel berbalut lilin. Meski belum bisa memastikan kandungan zat tersebut, Disperindag mengimbau masyarakat supaya hati-hati dalam mengonsumsi buah apel, khususnya produk luar negeri.

“Sidak kemarin, selain mengingatkan pedagang agar apel impor asal California AS tidak dijual. Kami juga mendapati ada apel luar yang dilapisi bahan pembuat lilin agar terlihat mengkilap,” ungkap Kepala Disperindag Pemkab Brebes, Drs Zainudin Msi, kemarin.

Menurutnya, hingga saat ini belum bisa dipastikan zat pelapis tersebut. Namun, dia memastikan zat tersebut seperti menyatu dengan kulit apel. Kalau konsumen tidak teliti, bukan hal mustahil mereka memakannya.

“Itu seperti menempel, setelah dikerok ternyata dilapisan kulit ada bahan seperti lilin. Kalau busuk juga hanya diujungnya saja tidak seperti apel lokal. Apakah ini berbahaya, kami akan koordinasikan dengan pihak terkait. Kami mengimbau sebaiknya masyarakat mengonsumsi apel lokal Indonesia saja lebih alami,” harap dia.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) merazia apel impor asal Amerika Serikat di sejumlah pasar modern dan tradisional. Insepksi mendadak yang dipimpin langsung Kepala Disperindag Pemkab Brebes, Drs Zaenudin MSi itu, kali pertama, mengosek ke salah satu mal di Kota Brebes. Sidak tersebut merupakan bentuk pengawasan dan menindaklanjuti dari Kementerian Perdagangan yang melarang impor apel asal Amerika Serikat , khususnya apel yang dikemas di Bidart Bros, Bakersfield, California.

Petugas meminta agar apel AS itu ditarik dari peredaran. Hal itu karena dikuatirkan dapat membahayakan konsumen. “Bapak tolong apel yang ini, tidak dijual. Ini demi keamanan dan kenyamanan penjual dan pembeli karena dikhawatirkan berbahaya jika di konsumsi, jangan sampai ada korban lagi karena buah jenis ini,” tandas Zainudin kepada seorang penjual. (ism/adi/jpnn/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.