Hujan Deras, Tanah Longsor di 2 Titik

433
MASIH RAWAN: Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor di Dusun Kedawung, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. (IST)
MASIH RAWAN: Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor di Dusun Kedawung, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. (IST)
MASIH RAWAN: Warga bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor di Dusun Kedawung, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. (IST)

TEMANGGUNG- Akhir pekan lalu Kabupaten Temanggung diterpa bencana alam di beberapa titik. Hujan deras Sabtu (31/1) sore menyebabkan tanah longsor di beberapa daerah permukiman warga.

Di Dusun Kedawung, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, longsor merusak rumah milik Siti Amirah dan Sucipto. Lokasi permukiman penduduk berada pada kawasan perbukitan dengan kemiringan hingga 60-70 derajat. Tanah yang longsor sepanjang kurang lebih 6 meter dengan ketinggian 10 meter.

Sucipto, 60, mengatakan, sebelum longsor terjadi. Wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak pukul 12.00 hingga pukul 17.00. Longsor terjadi sekitar pukul 15.30, bermula dari sumbatan air yang membuat teras rumah Siti Amirah ambrol dan menimpa dapur rumah milik Sucipto yang posisinya berada di bawah rumah Siti.

“Hujannya memang deras sekali seharian, lalu sore sekitar pukul 15.30 tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah belakang rumah, berbarengan dengan suara petir ternyata ada tanah longsor. Jadi yang longsor itu teras rumahnya Siti Amirah, lalu menimpa bangunan dapur rumah kami,” ujarnya, Minggu (1/2).

Kepala Desa Karangwuni Ibnu Wibowo mengatakan, di wilayahnya terdapat 11 dusun dengan 30 RT dan 10 RW. Tiga dusun di antaranya rawan longsor, yakni Kedawung 1, Kedawung 2, dan Dusun Pucung. Diakuinya hampir setiap musim penghujan selalu ada bencana longsor karena tanah di tiga dusun tersebut memang labil.

Di Dusun Kedawung 1 dan 2 ada sekitar 140 keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 700 orang yang saat ini bisa dikatakan terancam bahaya tanah longsor. Usai kejadian longsor, ia meminta warganya untuk lebih waspada dan para kepala dusun diinstruksikan untuk ronda. Warga yang mengetahui ada tanda-tanda longsor diharap langsung berkoordinasi.

“Kalau dari kami mengharapkan pemerintah melakukan upaya agar tidak terjadi longsor lagi. Yang sangat mendesak itu kebutuhan untuk membuat drainase. Jika drainase bisa dikendalikan dengan baik akan mengurangi tingkat kelongsoran. Jadi longsor itu selain kondisi tanah labil, ada kemiringan, juga karena sumbatan air,” katanya.

Paska terjadinya tanah longsor warga dibantu TNI, Polri, BPBD, SAR, Tagana, melakukan kerjabakti membersihkan longsoran tanah yang menimpa dapur rumah Sucipto. Pohon pohon yang diperkirakan membahayakan juga dipangkas. Selain itu, teras rumah Siti Amirah yang rusak termasuk atapnya diperbaiki secara gotong royong.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Agus Widodo, ketika dikonfirmasi menerangkan, penanggulangan sementara di Dusun Kedawung pada lokasi longsoran ditanam karung berisi tanah sebagai senderan darurat. Ke depan akan dibangun bronjong diperkirakan bulan depan bisa turun. Jumlah kerugian untuk longsor Dusun Kedawung diperkirakan Rp 5 juta.

Tanah longsor juga terjadi di Jalan Raya Temanggung-Kandangan Desa Wadas Kecamatan Kandangan. Sebuah talud Jembatan Jengkiling yang dialiri aliran air Sungai Progo longsor. Kepala Desa Wadas, Kecamatan Kandangan, Yahman mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah di kawasan tersebut hujan deras sejak pukul 12.00 WIB.

Ia menyebutkan talud longsor sepanjang 50 meter dengan ketinggian 9 meter tersebut juga mengakibatkan tanah retak hingga ujung Jembatan Jengkiling. Talud tersebut longsor diduga karena di bagian bawah tergerus air dan menggantung kemudian longsor. “Setelah terjadi longsor ditemukan retakan tanah di sekitarnya, bahkan sampai di ujung jembatan dengan retakan melintang jalan,” katanya.

Ia mengatakan, jika ada beban berat di jalan, dikhawatirkan terjadi longsor susulan sehingga bisa mengikis ruas jalan bahkan mengancam keberadaan jembatan. Kapolsek Kandangan AKP Jamin di lokasi longsor mengatakan, untuk mengantisipasi longsor semakin bertambah parah maka lalu lintas di jalur tersebut diberlakukan buka tutup guna mengurangi beban jalan.
“Kami berlakukan buka tutup untuk arus kendaraan dari arah Temanggung maupun Kandangan, secara bergantian sehingga bisa mengurangi beban jalan,” katanya. (mg3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.