Jama’ah Larut Dalam Syair Maulid

821
MAULID NABI: KH Hanif Muslih dan para Habib memimpin pembacaan Dzibaiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak. (Ist)
MAULID NABI: KH Hanif Muslih dan para Habib memimpin pembacaan Dzibaiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak. (Ist)
MAULID NABI: KH Hanif Muslih dan para Habib memimpin pembacaan Dzibaiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak. (Ist)

DEMAK – Ribuan orang larut dalam syair Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Demak. Apalagi saat pimpinan Majelis Taklim Al Muqorrobin Habib Farid Abdillah bin Masyhur, Habib Fauzi bin Masyhur, dan Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur dari atas panggung mengajak mahallul qiyam semua orang berdiri tanpa dikomando. Tetasan air mata langsung keluar dari para jamaah yang begitu kusyuk tersebut.

Mereka terlihat khusyuk dan larurt bersama untuk mendengungkan syair-syair menyanjung keagungan Rasulullah. ‘’Ya Nabi salam alaika, ya Rasul salam alaika, ya habib salam alaika, shalawatullah alaika,’’ teriak para jamaah.

Pengasuh pesantren Futuhiyyah, KH Hanif Muslih Lc menjelaskan, Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat bersejarah dan berharga bagi umat islam di dunia. ‘’Di mana pada bulan ini Allah swt telah mengaruniakan kepada kita umat manusia, seorang Nabi dan Rasul bernama Muhammad bin Abdullah sebagai rahmat bagi alam semesta alam,’’ katanya.

Rasullullah, akan selalu hadir, ruh dan jasadnya, saat mahallul qiyam pada pembacaan maulid. Safari Maulid Majelis Al Muqorrobin pimpinan Habib Farid Abdillah bin Masyhur, Habib Fauzi bin Masyhur, dan Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur, ketiganya merupakan penerus majelis taklim Muqorrobin yang dididirkan Habib Masyhur bin Toha Al Munawar. Acara itu juga dihadiri Habib Ali bin Hasan Bafaqih dari Tarim, Hadlromaut, Yaman. “Di saat manusia di dunia mengalami krisis panutan, tokoh uswatun khasanah, Islam telah hadir menawarkan figur Nabi Muhammad saw sebagai panutan sekaligus teladan kepada umat manusia,’’ kata Kiai Hanif. (ist/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.